TVRINews, Banjamasin
Program TNI Manunggal Membangun Desa ke-128 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan oleh Kodim 1007/Banjarmasin di kawasan Sungai Gampa, Banjarmasin, resmi diselesaikan secara penuh.
Seluruh sasaran fisik, khususnya pengerasan dan peninggian jalan, telah rampung tepat waktu. Dalam peninjauan akhir, Komandan Kodim 1007/Banjarmasin, Slamet Riyadi memastikan progres pekerjaan mencapai 100 persen.
Sebelum pembangunan dilakukan, akses jalan di wilayah tersebut kerap terendam banjir setiap tahun. Kondisi jalan yang masih berupa tanah dan berlumpur membuat mobilitas warga menjadi terbatas, terutama saat musim hujan.
Kini, jalan sepanjang 450 meter telah diperkeras dan ditinggikan hingga sekitar 50 sentimeter. Perbaikan ini diharapkan mampu mengurangi dampak banjir sekaligus memperlancar aktivitas masyarakat.
Menurut Slamet Riyadi, pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya memberikan manfaat secara fisik, tetapi juga memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui kerja bersama selama proses pengerjaan.

(Foto: Komandan Kodim 1007/Banjarmasin, Slamet Riyadi)
“Melalui kegiatan ini, akses antar kampung menjadi lebih baik. Selain itu, kolaborasi antara TNI dan masyarakat selama kurang lebih 50 hari menjadi wujud nyata kemanunggalan yang berdampak positif bagi perekonomian warga,” ujarnya.
Apresiasi terhadap program ini juga disampaikan Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin. Ia menilai hasil pembangunan TMMD memiliki potensi besar untuk mendukung aktivitas warga dalam jangka panjang.
Ke depan, pemerintah kota berencana melanjutkan pembangunan dengan pengaspalan jalan. Namun, rencana tersebut akan disesuaikan dengan kondisi lingkungan, khususnya ketinggian air, agar tidak menimbulkan kerusakan berulang.
“Peninggian jalan perlu menjadi perhatian agar lebih tahan terhadap genangan air. Dengan begitu, pembangunan bisa lebih berkelanjutan,” jelasnya.
Program TMMD ke-128 ini berlangsung selama 30 hari, sejak 22 April hingga 21 Mei 2026. Keberhasilannya menjadi bukti sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan infrastruktur di wilayah perkotaan.










