TVRINews, Kab. Tanah Baru
Tim gabungan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melakukan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Harian Simpang Empat. Dari hasil pengecekan, ditemukan kelangkaan pada komoditas minyak goreng, khususnya merek Minyakita.
Kondisi tersebut membuat para pedagang kesulitan memperoleh pasokan dari distributor lokal. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, sebagian pedagang terpaksa mengambil stok langsung dari Banjarmasin.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Tanah Bumbu, Eryanto Rais, menyebut minyak goreng menjadi satu-satunya persoalan utama dalam pemantauan kali ini.

(Foto: Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Tanah Bumbu, Eryanto Rais [kedua dari kanan])
“Dari hasil pengecekan di lapangan, yang menjadi perhatian utama adalah kelangkaan Minyakita. Barangnya cukup sulit ditemukan di pasar sehingga pedagang harus mengambil langsung dari Banjarmasin,” ujarnya.
Sementara itu, ketersediaan dan harga bahan pokok lainnya terpantau relatif aman. Beberapa komoditas bahkan mengalami penurunan harga, seperti telur ayam ras dan telur itik.
Harga beras juga masih stabil, didukung oleh hasil panen petani lokal yang terserap dengan baik di pasar.
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan menyisir area pasar dan berdialog langsung dengan pedagang untuk memantau harga berbagai kebutuhan, mulai dari ikan, daging ayam, telur, hingga beras dan minyak goreng.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga sekaligus memetakan kondisi pasokan pangan di tingkat pedagang tradisional menjelang Hari Raya Idul Adha.
Pemerintah daerah menyatakan akan menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan terkait langkah penanganan distribusi minyak goreng, guna mengatasi kelangkaan yang terjadi di pasaran.










