TVRINews, Balangan
Perayaan budaya Mesiwah Pare Gumboh ke-8 yang digelar di Desa Liyu, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, menjadi daya tarik bagi masyarakat setempat, wisatawan dari daerah sekitar, hingga pengunjung dari luar daerah. Festival yang berlangsung selama tiga hari itu mengusung tema "Melestarikan Budaya, Menggerakkan Ekonomi Bersama".
Selain menampilkan beragam tarian dan permainan tradisional, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mempromosikan dan memasarkan produk unggulan mereka.

Camat Halong, Ardiansyah, mengatakan Mesiwah Pare Gumboh merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan masyarakat Desa Liyu dan Desa Gunung Riut. Menurutnya, pelaksanaan tahun ini semakin semarak dengan keterlibatan pelaku UMKM dan sejumlah komunitas, termasuk komunitas tanaman hias.
"Tahun ini kami ikut berpartisipasi untuk mendukung dan menghadirkan inovasi agar kegiatan lebih meriah, sukses, dan terus meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. UMKM yang diprioritaskan berasal dari Kecamatan Halong, namun kami juga membuka kesempatan bagi berbagai komunitas, salah satunya komunitas bonsai Balangan,"kata Ardiansyah.
Selain pelaku UMKM, Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kabupaten Balangan turut ambil bagian dengan menghadirkan pameran berbagai koleksi bonsai.
Wakil Ketua PPBI Balangan, Imam Kreco, mengatakan keikutsertaan komunitasnya bertujuan memperkenalkan seni bonsai sekaligus mengajak masyarakat mencintai dan melestarikan alam.
"Festival ini merupakan bagian dari pelestarian budaya. Bonsai juga memiliki nilai budaya, sehingga kami ikut berpartisipasi untuk memeriahkan Mesiwah Pare Gumboh,"ungkap Imam Kreco.
Kehadiran komunitas bonsai dinilai menambah daya tarik festival. Jumlah pengunjung disebut meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Selain menikmati pertunjukan budaya dan pameran bonsai, para pengunjung juga memanfaatkan kesempatan untuk membeli berbagai produk yang dipasarkan di stan-stan UMKM.
Melalui penyelenggaraan Mesiwah Pare Gumboh, masyarakat berharap pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi lokal, sehingga tradisi tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan masyarakat sekitar.










