TVRINews, Balangan
Festival Mesiwah Pare Gumboh VIII kembali digelar masyarakat Dayak Deah di Desa Liyu dan Gunung Riut, Kabupaten Balangan. Tradisi turun-temurun ini menjadi wujud rasa syukur atas hasil panen yang melimpah sekaligus doa agar masyarakat terhindar dari bencana dan penyakit.
Mesiwah Pare Gumboh merupakan ritual adat yang memiliki makna penghormatan kepada sang pencipta serta roh leluhur. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Dayak Deah yang memiliki hubungan erat dengan hutan dan ladang di kawasan Lereng Pegunungan Meratus.
Pengelolaan wilayah adat oleh masyarakat setempat turut berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui festival budaya ini, Desa Liyu juga diharapkan mampu berkembang menjadi tujuan wisata unggulan tingkat nasional hingga internasional.
Rangkaian kegiatan Mesiwah Pare Gumboh VIII masih mempertahankan pola pelaksanaan seperti tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan diawali dengan arak-arakan menuju Balai Menyerah Monta. Pada hari pertama dan kedua, masyarakat memasak hasil panen yang telah disiapkan. Selanjutnya, pada malam minggu dilaksanakan prosesi Mesiwah dengan pembacaan mantra sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
“Untuk kegiatan Mesiwah Pare Gumboh tahun ke-8 ini tidak jauh beda dengan yang sebelumnya karena di sini dari rangkaian awal arak-arakan sampai ke balai. Hari pertama dan kedua itu memasak hasil panen yang disediakan dan malam minggunya menyiapkan acara untuk Mesiwahnya mengucapkan mantra-mantra kepada leluhur,” jelas Panitia Pelaksana MPG, Budianto saat ditemui pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Festival budaya ini berlangsung selama tiga hari dengan menampilkan berbagai pertunjukan seni dari tujuh sanggar yang berasal dari Kabupaten Balangan dan Kabupaten Tabalong.
Wakil Bupati Balangan, H Akhmad Fauzi, memberikan apresiasi dan dukungan kepada masyarakat Desa Liyu yang terus menjaga serta melestarikan warisan adat leluhur.
Keterlibatan seluruh masyarakat, terutama generasi muda, menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi Mesiwah Pare Gumboh agar tetap dikenal dan diwariskan pada masa mendatang.










