TVRINews, Kab. Tanah Laut
Perbaikan dua unit pembangkit di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam, yakni Unit 2 dan Unit 3, masih berlangsung. Kedua unit tersebut merupakan bagian dari pemasok listrik pada sistem interkoneksi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Untuk Unit 2, proses perbaikan hingga 30 Juli 2026 telah memasuki hari ke-25 dari target 55 hari kerja. Sementara Unit 3 ditargetkan selesai pada 25 Agustus 2026.
Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Asam-Asam, Fajar Pamujianto, mengatakan proses perbaikan terus dilakukan agar target penyelesaian dapat tercapai. Dengan demikian, kedua unit pembangkit yang mengalami gangguan dapat kembali masuk ke sistem interkoneksi.
“Hingga dua unit yang saat ini terganggu bisa kembali masuk dalam sistem interkoneksi terkait dengan kondisi batu bara secara kendala bukan kendala ya tapi karena ruang untuk bekerja terbatas dan membutuhkan keselisihan kita memang membutuhkan waktu yang relatif lama itu bukan menjadi kendala tapi memang situasional seperti itu memang seperti itu dan penanganan penanganan gangguan semacam ini di unit-unit yang lain pun akan relative memakan waktu yang lama,” ujar Fajar pada Jumat, 31 Juli 2026.
PLTU Asam-Asam memiliki enam unit pembangkit dengan kapasitas empat unit masing-masing 65 megawatt (MW) dan dua unit masing-masing 100 MW. Perbaikan Unit 2 dan Unit 3 menjadi salah satu upaya pemulihan pasokan listrik di wilayah Kalimantan.
Selain PLTU Asam-Asam, gangguan kelistrikan juga terjadi pada sejumlah pembangkit lain, termasuk pembangkit milik swasta di Kalimantan Tengah.









