TVRINews, Kab. Banjar
Musim kemarau yang masih berlangsung berdampak terhadap lahan persawahan di Kabupaten Banjar. Sebanyak 330 hektare dari total 890 hektare sawah yang memasuki masa tanam padi atau fase pertumbuhan mengalami kekurangan pasokan air. Dinas Pertanian Kabupaten Banjar mencatat, kondisi kekeringan ini berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman padi.
Apabila tidak segera mendapat pasokan air dan curah hujan belum turun dalam waktu dekat, tanaman padi berisiko mengalami puso atau gagal panen. Untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar mengimbau petani meningkatkan kewaspadaan. Dinas juga menyiapkan mesin pompa untuk membantu memenuhi kebutuhan pengairan di lahan pertanian yang terdampak.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar Warsita mengatakan langkah antisipasi telah dilakukan sejak sebelum musim kemarau berlangsung.
“Antisipasi kita mulai awal. Yang pertama sebelum kemarau, kita sudah mengimbau untuk waspada dengan kekeringan. Yang kedua, kita sampaikan kalau memang ada kekeringan, segera lapor ke dinas atau penyuluh. Ya, nanti kita siapkan semua pompa yang ada di dinas, akan kita distribusikan,” ujar Warsita pada Jumat, 31 Juli 2026.
Saat ini, Kecamatan Beruntung Baru dan Sungai Tabuk menjadi wilayah dengan luas lahan pertanian terdampak paling besar. Petani yang mulai mengalami kesulitan air diminta segera berkoordinasi dengan penyuluh pertanian maupun Dinas Pertanian agar bantuan mesin pompa dapat disalurkan lebih cepat.
Dinas Pertanian Kabupaten Banjar berharap langkah antisipasi ini mampu menjaga keberlangsungan tanaman padi dan mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan.









