TVRINews, Kota Banjarmasin
Aktivitas perdagangan di Pasar Sentra Antasari tetap berjalan normal pada Senin, 8 Juni 2026
meski sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga. Salah satu yang menjadi perhatian adalah telur ayam ras dan telur bebek yang mulai mengalami tren kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
Pantauan di pasar menunjukkan harga telur ayam ras kini berada di kisaran Rp26.000 per kilogram, naik sekitar Rp300 hingga Rp500 dibandingkan harga sebelumnya yang berada pada level Rp25.500 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada telur bebek lokal. Jika sebelumnya dijual sekitar Rp2.100 per butir, kini harganya meningkat menjadi Rp2.300 per butir atau naik sekitar Rp200 per butir.
Karyawan Toko Adi Intalu, Mita, mengatakan perubahan harga terjadi secara bertahap mengikuti kenaikan harga dari tingkat pemasok.
“Kalau telur ayam ini per kilogramnya naik sekitaran Rp300 sampai Rp500, sedangkan untuk telur itik naiknya sekitaran Rp200-an per biji. Kalau untuk ketersediaan barang di toko sebenarnya biasanya mencukupi saja,” ujar Mita.
Menurut para pedagang, kenaikan harga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat yang tidak sepenuhnya diimbangi dengan kelancaran pasokan dari distributor maupun peternak. Kondisi tersebut membuat harga modal di tingkat agen ikut mengalami penyesuaian.
Meski demikian, stok telur di tingkat pedagang eceran masih relatif aman dan belum terjadi kelangkaan barang di pasaran. Aktivitas jual beli pun terpantau tetap ramai dengan masyarakat yang masih berbelanja kebutuhan pokok seperti biasa.
Hingga saat ini, kenaikan harga telur belum berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat. Namun, perkembangan harga komoditas tersebut tetap menjadi perhatian karena telur merupakan salah satu sumber protein yang paling banyak dikonsumsi oleh rumah tangga.
Selain konsumen, pelaku usaha kuliner skala kecil juga turut mencermati pergerakan harga tersebut. Pasalnya, telur menjadi bahan baku penting dalam berbagai jenis usaha makanan sehingga kenaikan harga berpotensi memengaruhi biaya produksi apabila berlangsung dalam jangka waktu yang lebih lama.










