TVRINews – Banjarbaru
Pemerintah pusat mulai memfokuskan Program Strategis Nasional cetak sawah di empat provinsi di Pulau Kalimantan, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui perluasan lahan pertanian produktif.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Selain memperluas areal tanam, cetak sawah dinilai dapat menciptakan sistem pertanian yang lebih terstruktur dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan produksi padi nasional.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalimantan Selatan, Ariadi Noor, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen mendukung seluruh program prioritas pemerintah pusat, termasuk pengembangan lahan sawah baru di wilayah Kalimantan.
“Pak Gubernur dan Pak Hasnur mendukung apa yang menjadi program nasional. Terutama hari ini sudah dicanangkan cetak sawah di empat provinsi, yakni Kalsel, Kalteng, Kaltim, dan Kaltara. Nah, ini memberikan ruang yang lebih luas lagi dan lebih terstruktur. Nanti cetak sawah 2026 ini betul-betul bisa diwujudkan, lebih akuntabel, dan bisa berhasil sampai panen. Tentunya bermanfaat bagi petani itu sendiri, masyarakat Kalsel, dan Indonesia untuk menyediakan ketahanan pangan, terutama padi di Indonesia,” ujar Ariadi Noor, Senin, 8 Juni 2026
Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari luas lahan yang dicetak, tetapi juga dari kemampuan memastikan lahan dapat dikelola secara optimal hingga menghasilkan panen yang produktif.
Berdasarkan data Survey Investigation Design (SID), Kalimantan Selatan saat ini mencatat perkembangan yang cukup signifikan dibandingkan daerah lain. Sekitar 1.700 hektare lahan telah memasuki tahap penayangan dan kontrak kerja sebagai bagian dari pelaksanaan program cetak sawah.
Capaian tersebut semakin memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional. Selama ini, provinsi tersebut dikenal sebagai salah satu lumbung padi yang secara konsisten mencatat surplus produksi dan berkontribusi terhadap kebutuhan pangan nasional.
Melalui program cetak sawah yang diperluas di empat provinsi Kalimantan, pemerintah berharap kapasitas produksi beras nasional dapat terus meningkat sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global di sektor pertanian dan pangan.










