TVRINews, Kabupaten Banjar
Demam Piala Dunia FIFA 2026 membawa dampak positif bagi sektor perhotelan dan kuliner di Kalimantan Selatan. Fenomena nonton bareng (nobar) yang semakin diminati masyarakat dimanfaatkan pelaku usaha dengan menghadirkan lokasi nobar resmi berlisensi untuk menarik pengunjung.
Sejumlah hotel, kafe, hingga restoran menyediakan fasilitas layar lebar dan sistem audio yang memadai agar masyarakat dapat menikmati pertandingan dengan lebih nyaman. Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan tersebut juga berkontribusi terhadap peningkatan jumlah pelanggan.
Salah satunya dilakukan Grand Tan Hotel di Kabupaten Banjar. Manajemen hotel memastikan penyelenggaraan nobar telah mengantongi izin siar resmi dan lisensi dari LPP TVRI sebagai pemegang hak siar resmi Piala Dunia 2026 di Indonesia.
Sales Executive Grand Tan Hotel, Suci Kusumawati, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia itu terus meningkat. Untuk mengakomodasi tingginya minat tersebut, hotel membuka area khusus di lantai 26 yang dapat diakses masyarakat secara gratis.

“Antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia 2026 cukup tinggi. Karena kami menggelar nonton bareng gratis yang berlisensi, masyarakat bisa menikmati pertandingan di area lantai 26 tanpa dipungut biaya. Kami juga menyiapkan berbagai door prize, termasuk voucher menginap satu malam di kamar tipe Deluxe bagi peserta yang beruntung,” ujar Suci kutip Senin, 6 Juli 2026
Program tersebut turut berdampak pada meningkatnya kunjungan ke hotel selama penyelenggaraan Piala Dunia. Selain tamu yang menginap, masyarakat umum juga memanfaatkan fasilitas nobar yang disediakan.
Salah seorang pengunjung, Rio Ramadhan, mengaku sengaja memilih menyaksikan pertandingan bersama penonton lain karena suasana yang lebih meriah dibandingkan menonton sendiri di rumah.
“Kalau nobar suasananya jauh lebih seru. Saat ada gol, semua ikut bersorak sehingga euforianya lebih terasa. Apalagi pertandingan Piala Dunia banyak berlangsung dini hari, jadi lebih menyenangkan kalau ditonton bersama,” katanya.
Rio juga berharap TVRI tetap dapat menghadirkan siaran Piala Dunia pada edisi-edisi berikutnya agar masyarakat bisa menikmati pertandingan tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk berlangganan layanan streaming.
“Semoga TVRI tetap menjadi stasiun televisi yang menayangkan Piala Dunia karena sangat membantu masyarakat. Jadi kami tetap bisa menikmati pertandingan tanpa harus membeli paket streaming sendiri,” ujarnya.
Meningkatnya penyelenggaraan nobar resmi di Kalimantan Selatan dinilai menunjukkan semakin tingginya kesadaran pelaku usaha dan masyarakat terhadap pentingnya menghormati hak siar dan hak cipta.
Di sisi lain, tren tersebut juga membuka peluang bagi industri perhotelan, kafe, dan sektor kuliner untuk meningkatkan kunjungan serta pendapatan selama berlangsungnya turnamen hingga partai final.










