TVRINews, Banjarmasin
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Lanjutan Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Nomor 6998 Tahun 2026, seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, SMP, dan Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF), baik negeri maupun swasta di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas mulai 1 Oktober 2026.
Sebelumnya, selama dua pekan siswa mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kabut asap. Kepala SDN Pemurus Dalam 5 Banjarmasin, Faridatul Ahyani, mengatakan, pada hari pertama pelaksanaan PTM terbatas, seluruh siswa kelas satu hingga kelas enam kembali mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah.
Pihaknya juga telah menyiapkan jadwal khusus agar kegiatan belajar tetap berjalan dengan menyesuaikan durasi setiap jam pelajaran.
“Semua kelas, dari kelas satu sampai kelas enam, atau sebanyak 12 kelas, kembali masuk hari ini. Karena pembelajaran dimulai pukul 09.00, saya sudah membuat jadwal khusus. Jadwal ini sebelumnya juga pernah digunakan saat PTM dimulai pukul 09.00. Durasi yang semula 35 menit kami kurangi menjadi 25 menit untuk setiap jam pelajaran. Jadi, waktu pulang tetap seperti biasa, hanya waktu masuknya sedikit lebih mundur,” ujar Faridatul Ahyani pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Sementara itu, siswa SDN Pemurus Dalam 5 Banjarmasin, Rania dan Kenzie, merasa antusias saat pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan. Mereka mengaku senang bisa kembali ke sekolah dan bertemu dengan teman sebaya.
“Kami senang bisa kembali ke sekolah setelah kabut asap yang sangat banyak. Kami juga kangen dengan sekolah. Saat pembelajaran jarak jauh, tugas dikirim melalui WhatsApp, tetapi yang sulit adalah ketika ingin bertanya,” ujar Rania dan Kenzie.
Meski pembelajaran tatap muka secara terbatas kembali dilaksanakan, layanan pendidikan tetap memberikan kelonggaran bagi siswa yang memiliki penyakit penyerta untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh.
Di tengah kondisi kabut asap yang masih terjadi, guru dan siswa juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar.










