TVRINews, Banjarmasin
Upaya pencarian korban KM Virgo Transport 8 hingga hari ke-18 terus dimaksimalkan. Selain di lokasi tenggelamnya kapal, penyisiran juga dilakukan di wilayah perairan Kalimantan Tengah.
Memasuki masa perpanjangan kedua operasi SAR, tim SAR gabungan terus mengintensifkan pencarian dan evakuasi korban di area tenggelamnya kapal. Penyisiran juga dilakukan di wilayah perairan Kalimantan Tengah menyusul ditemukannya sejumlah jenazah di wilayah tersebut.
Sejumlah hambatan dihadapi tim SAR saat melakukan penyelaman di area tenggelamnya kapal di perairan Masalembo, Laut Jawa, termasuk ke dalam badan kapal. Hambatan tersebut di antaranya faktor cuaca, arus dan gelombang, serta posisi badan kapal yang tidak normal dan terus mengalami pergerakan sehingga cukup berisiko bagi penyelam.
Pada hari ke-18 operasi SAR, proses penyelaman tidak menemukan korban. Sementara itu, operasi SAR gabungan bersama tim yang melakukan penyisiran di wilayah Kalimantan Tengah menemukan empat orang.
Satu korban ditemukan di Pantai Lunci, Sukamara, sedangkan tiga korban lainnya ditemukan di Desa Sungai Perlu, Kalimantan Tengah.
Temuan tersebut menambah total korban yang ditemukan dari wilayah Kalimantan Tengah menjadi 22 orang.
Sebanyak 18 jenazah korban telah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Dari jumlah tersebut, sembilan korban dievakuasi menggunakan jalur udara dengan helikopter dan sembilan lainnya melalui jalur darat. Sementara itu, empat korban lainnya masih dalam proses evakuasi.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banjarmasin, Bram Madya Temara Is, S.H., mengatakan sebanyak 22 korban telah ditemukan di Kalimantan Tengah. Sebanyak 18 korban telah dievakuasi ke Banjarmasin, sedangkan empat korban lainnya masih dalam proses.
“Di Kalimantan Tengah, sejumlah 22 orang korban sudah kami temukan. Yang sudah kami evakuasi ke Banjarmasin sekitar 18 orang, sembilan orang dievakuasi melalui jalur darat dan sembilan orang melalui jalur udara, sedangkan empat lainnya masih dalam proses,” jelas Bram pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Sementara itu, Jasa Raharja dan Jasa Raharja Putera telah membayarkan uang santunan atau asuransi kepada 46 orang korban pada hari ke-18. Lima orang lainnya menerima santunan pada hari ke-19.
Total biaya santunan yang telah dibayarkan Jasa Raharja dan Jasa Raharja Putera mencapai Rp3,028 miliar, dengan rincian Jasa Raharja sebesar Rp2,162 miliar dan Jasa Raharja Putera sebesar Rp866 juta.
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Kalimantan Selatan, Ahmad Arkan Nugraha, mengatakan Jasa Raharja telah membayarkan santunan sebesar Rp2,162 miliar, ditambah Jasa Raharja Putera sebesar Rp866 juta.
“Jasa Raharja telah membayarkan sebesar Rp2,162 miliar, ditambah Jasa Raharja Putera sebesar Rp866 juta. Jadi, total sebesar Rp3,028 miliar,” jelas Ahmad Arkan Nugraha.
Selain upaya pencarian dan proses evakuasi oleh tim SAR gabungan yang terus dilakukan secara maksimal, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan juga memaksimalkan koordinasi dengan tim DVI di luar daerah.
Langkah tersebut dilakukan agar jenazah korban yang belum teridentifikasi dapat segera teridentifikasi dalam dua hingga tiga hari ke depan.
Sementara itu, kepastian pelaksanaan salvage yang akan dilakukan oleh pihak VKS masih dalam proses.










