TVRINews, Banjarmasin
Masjid Al-Jihad Banjarmasin, Kalimantan Selatan menyiapkan pengelolaan limbah penyembelihan dengan bekerja sama dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kota Banjarmasin.
Ketua Takmir Masjid Al-Jihad Banjarmasin, Taufik Hidayat, mengatakan kerja sama tersebut dilakukan untuk memastikan limbah hasil penyembelihan, khususnya darah hewan kurban, dapat dikelola dengan baik sehingga tidak mencemari lingkungan.

“Kami untuk limbah kurban penyembelihan ini, itu kami kerjasama dengan instalasi pengelolaan di air limbah Kota Banjarmasin atau PT IPAL. Untuk yang darahnya kita serahkan kepada mereka, mereka yang mengolahnya supaya tidak merusak lingkungan," kata Taufik, Selasa, 26 Mei 2026.
Sementara itu, pembagian daging kurban nantinya menggunakan bakul dan paper bag sebagai pengganti kantong plastik.
"Kita alhamdulillah untuk kantongan memakai bakul. InsyaAllah tahun ini kita juga menggunakan paper bag untuk yang umum dapat sekitar 3 ons,” ujarnya.
Sebagai informasi, tahun ini jumlah hewan kurban di Masjid Al-Jihad Banjarmasin meningkat menjadi 104 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang berkisar 93 ekor.
Untuk mempercepat proses, panitia menyiapkan dua alat peroboh sapi dan enam mesin pencincang tulang. Selain itu, sekitar 60 tenaga ahli khusus disiapkan untuk proses pelepasan kulit, serta 500 tenaga manual atau relawan turut dilibatkan.
Dalam proses penyembelihan, panitia juga memastikan seluruh juru sembelih telah mengantongi sertifikat juru sembelih halal.
Untuk pendistribusian, panitia menyiapkan sekitar 10.000 kupon. Sebanyak 8.400 kupon dibagikan kepada para pekurban, sementara sisanya dialokasikan bagi warga sekitar, jemaah, dan panitia pelaksana.
Panitia juga memastikan apabila daging kurban masih tersisa, maka akan dibagikan kepada masyarakat umum yang belum mendapatkan kupon. Sebagian lainnya akan disimpan untuk kegiatan buka puasa sunnah di Masjid Al-Jihad Banjarmasin.










