TVRINews, Tanah Bumbu
Hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dipengaruhi masa peralihan musim atau pancaroba, dari musim hujan menuju musim kemarau.
Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya drainase dan selokan, agar aliran air tetap lancar dan tidak memicu banjir.
Selain masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota juga diminta lebih intensif melakukan patroli dan pengecekan saluran air di wilayah masing-masing guna mengantisipasi genangan maupun banjir akibat hujan deras.
BPBD Kalsel juga mengingatkan masyarakat agar mulai bersiap menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Meski saat ini kondisi tanah masih relatif basah akibat curah hujan yang tinggi, potensi tersebut tetap perlu diwaspadai.
Warga diimbau tetap tenang apabila terjadi bencana, segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat aman, serta melapor kepada aparat desa atau kelurahan terdekat agar penanganan cepat dapat dilakukan.

"Apabila terjadi banjir ataupun tanah longsor, yang pasti jangan panik. Segera mencari tempat aman untuk melakukan evakuasi diri dan keluarga, serta segera menghubungi aparat desa atau kelurahan terdekat agar dapat dilakukan penanganan," kata Ronny, Selasa, 26 Mei 2026.
Sementara itu, terkait fenomena El Nino, BPBD menyebut kondisi tersebut sebenarnya sudah mulai berlangsung. Namun, perubahan siklon menyebabkan curah hujan di wilayah Kalimantan Selatan masih cukup tinggi.
Musim kemarau diperkirakan mulai terasa pada Juni hingga Juli, dengan puncaknya diprediksi terjadi pada Agustus hingga September.
BPBD Kalsel meminta masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan tidak mengabaikan potensi bencana hidrometeorologi selama masa pancaroba berlangsung.










