TVRINews, Banjarbaru
Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan di tengah kondisi musim kemarau dan meningkatnya kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Di Kelurahan Sungai Ulin, Kota Banjarbaru, kepolisian bersama kelompok tani melakukan persiapan pengolahan lahan seluas 40 hektare yang akan dimanfaatkan untuk budidaya jagung pipil.
Pengolahan lahan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan ketersediaan air. Pembajakan awal dilakukan selama musim kemarau sebagai bagian dari persiapan sebelum memasuki musim tanam.
Petani Sungai Ulin, Nur Khalim, menjelaskan setelah hujan mulai turun, pengolahan lahan akan kembali dilanjutkan melalui pembajakan tahap kedua yang dirangkaikan dengan persiapan penanaman.

“Untuk sekarang, musim kemarau, kita persiapan lahan dengan pembajakan yang pertama. Nanti saat musim hujan mulai turun, kita bajak kedua dan langsung persiapan tanam agar tanaman periode kedua kebagian air. Kalau periode pertama tidak dipersiapkan terlebih dahulu, tanaman periode kedua tidak kebagian air,” jelas Nur Khalim, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, persiapan sejak musim kemarau penting untuk mengatur waktu tanam sekaligus memastikan ketersediaan air bagi tanaman pada periode berikutnya.
Sementara itu, jajaran kepolisian tetap memprioritaskan penanganan dan pencegahan karhutla selama musim kemarau. Di sela kegiatan tersebut, personel juga melakukan pendampingan terhadap kelompok tani binaan untuk memastikan persiapan lahan dapat berjalan.
Kapolsek Banjarbaru Utara AKP Yuwono mengatakan pengolahan lahan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi musim.

“Kita tetap konsentrasi penanganan karhutla. Namun kita sempatkan bertemu dengan kelompok petani binaan kita. Apalagi ini kemarau, maka kita arahkan kelompok tani untuk persiapan pengolahan lahan. Kemudian, ketika mendekati musim hujan, kita traktor kembali lalu langsung persiapan tanam,” jelas AKP Yuwono.
Selain mengejar kesiapan lahan, aspek keamanan juga menjadi perhatian. Lahan pertanian yang telah dipersiapkan mendapat pengawasan untuk mencegah terjadinya kebakaran selama musim kemarau.
Pengawasan dilakukan agar area pertanian tidak terdampak titik api yang berpotensi mengganggu proses pengolahan maupun rencana penanaman.
Sinergi kepolisian dan kelompok tani di Sungai Ulin diharapkan dapat menjaga produktivitas lahan sekaligus mendukung program ketahanan pangan. Di saat yang sama, upaya pencegahan karhutla terus diperkuat untuk melindungi lahan pertanian dan lingkungan sekitar.










