TVRINews - Banjarbaru
Kepulan asap pekat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tampak menyelimuti kawasan di sekitar Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum pada malam hari dan bertambah parah pada siang hari ketika angin bertiup kencang.
Kondisi ini memicu kekhawatiran karena asap pekat dapat berdampak buruk terhadap kesehatan pasien yang sedang menjalani perawatan, hingga berisiko menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, mengatakan, setelah melakukan pengecekan, karhutla di sekitar Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum terbilang mengkhawatirkan karena berpotensi berdampak signifikan terhadap pasien dan pegawai.
Untuk itu, pihaknya bersama satgas darat lainnya akan mengintensifkan pemadaman dan pembasahan di lokasi tersebut dengan menggunakan drone thermal untuk pemetaan serta cairan surfaktan untuk pembasahan.
“Tadi sudah bekerja sama dengan Ibu Kepala Dinas Kehutanan. Kami akan memberikan bantuan untuk pemadaman di Sambang Lihum menggunakan cairan surfaktan yang ada. Asapnya masih banyak dan mengganggu pasien di Rumah Sakit Sambang Lihum. Kami khawatir para pasien juga akan menderita ISPA. Diharapkan tidak ada api lagi di sekitar rumah sakit,” ujar Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, dikutip Sabtu, 3 Oktober 2026.
Penggunaan cairan surfaktan ini diklaim efektif. Sebelumnya, metode serupa berhasil memadamkan karhutla seluas 61 hektare dalam kurun waktu dua minggu hingga tidak lagi menyisakan asap.
Dengan kombinasi drone thermal dan surfaktan, area di sekitar Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum diharapkan dapat sepenuhnya terbebas dari titik api dan asap.










