TVRINews - Banjarbaru
Dampak musim kemarau menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Hingga kini, sebanyak 54 titik telah mengajukan bantuan distribusi air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarbaru.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru, Zaini, mengatakan puluhan titik tersebut tersebar di sejumlah wilayah dan jumlahnya diperkirakan masih akan bertambah seiring belum turunnya hujan di Kota Banjarbaru.
Dalam sehari, BPBD Banjarbaru mendistribusikan lebih dari 70 ribu hingga 100 ribu liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Salah satu wilayah yang mengalami kondisi cukup parah berada di Sungai Tiung.
Zaini mengatakan, hampir seluruh titik yang mengajukan bantuan merupakan permohonan dari tingkat rukun tetangga (RT). Namun, proses distribusi air bersih masih menghadapi kendala keterbatasan tempat penampungan atau tandon air.

“Dari 54 titik hampir rata-rata RT setempat memohon pendistribusian air bersih. Namun, ada kendala, kita defisit tandon. Tandon bisa disiapkan oleh masyarakat, bisa juga disiapkan melalui kita. Insyaallah, kita akan menyiapkan tandon dalam beberapa minggu ke depan,” jelas Zaini, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Menurut Zaini, ketersediaan tandon menjadi salah satu kendala teknis dalam proses penyaluran air bersih. Sebab, air yang didistribusikan membutuhkan tempat penampungan agar dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.
BPBD Banjarbaru mengimbau masyarakat terdampak kekeringan untuk menyediakan tempat penampungan air secara mandiri. Sementara itu, pemerintah daerah akan berupaya menambah ketersediaan tandon dalam beberapa minggu ke depan.
Dalam penanganan krisis air bersih ini, BPBD Banjarbaru juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk TNI, Polri, serta para relawan pemadam kebakaran yang turut membantu mendistribusikan air bersih kepada masyarakat terdampak.










