TVRINews, Kabupaten Banjar
Kondisi Waduk Riam Kanan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menjadi perhatian seiring musim kemarau yang masih berlangsung dan karhutla di Kalimantan Selatan. Hampir satu bulan terakhir, debit air Waduk Riam Kanan tidak bertambah karena hujan belum turun, sementara kebutuhan air terus meningkat.
Sebagian pasokan air juga dimanfaatkan untuk mendukung penanganan karhutla, terutama dalam proses pembasahan lahan yang terbakar.
Ketersediaan air yang ada saat ini, menurut Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, perlu dikelola secara cermat agar penanganan karhutla tetap berjalan tanpa mengganggu kebutuhan masyarakat.

“Kemaraunya akan agak panjang. Proyeksinya, pada November, hujan baru turun pada dasarian terakhir. Sementara sistem air kita tidak mendukung kondisi tersebut. Karena itu, kita harus segera menyelesaikan karhutla secepatnya, selagi logistik air masih tersedia," ujar Hanif, Selasa, 25 Agustus 2026.
Hanif meminta upaya penanganan karhutla dilakukan bersama dan tidak hanya berfokus pada pemadaman. Langkah pencegahan juga dinilai penting agar kebakaran tidak kembali terjadi akibat kesengajaan maupun kelalaian.
"Setelah api padam, jangan sampai kembali terjadi kebakaran, baik karena kesengajaan maupun kelalaian. Berdasarkan data yang kami himpun, hampir 99 persen kejadian karhutla di Kalimantan Selatan disebabkan faktor antropogenik atau ulah manusia. Mari kita jaga bersama," pungkasnya.










