TVRINews, Banjarbaru
Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, menegaskan empat strategi utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan lahan gambut Kalimantan Selatan.
Strategi pertama dilakukan melalui operasi udara menggunakan helikopter water bombing dan modifikasi cuaca untuk memicu hujan buatan. Kedua, memperketat penanganan darat oleh tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan.
Strategi ketiga adalah penegakan hukum secara tegas terhadap pihak yang melakukan pembakaran lahan. Sementara itu, strategi keempat berfokus pada edukasi masyarakat agar tidak memicu kebakaran.
Raja Juli Antoni mengatakan, keempat strategi tersebut harus berjalan secara terpadu. Menurutnya, upaya pemadaman tidak akan optimal jika masyarakat masih melakukan pembukaan dan pembersihan lahan dengan cara membakar.
“Edukasi masyarakat menjadi hal yang sangat penting. Jika operasi udara, penanganan darat, dan penegakan hukum sudah berjalan baik, tetapi masyarakat masih membuka lahan dengan cara membakar, upaya pemadaman akan semakin sulit. Apalagi di lahan gambut, kebakaran bisa berlangsung berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk tidak bermain api, terutama dalam satu bulan ke depan, karena menurut prediksi BMKG, hujan alami diperkirakan baru turun sekitar satu bulan lagi,” jelas Raja Juli, dikutip Rabu 14 Oktober 2026.
Menteri Kehutanan juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar. Kedisiplinan masyarakat dalam satu bulan ke depan dinilai penting untuk mencegah meluasnya karhutla dan melindungi keselamatan bersama.










