TVRINews, Banjarbaru
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kian mengkhawatirkan. Sejumlah titik api dilaporkan mulai mendekati kawasan permukiman warga.
Kondisi tersebut menjadi perhatian petugas pemadam kebakaran dan Satpol PP Kota Banjarbaru. Titik karhutla paling banyak terpantau berada di wilayah Kelurahan Guntung Manggis dan Landasan Ulin Selatan, kemudian disusul kawasan Cempaka.
Personel Damkar Banjarbaru, Ranu Wibowo, mengatakan jarak antara sejumlah titik api dengan permukiman warga saat ini tergolong cukup rawan, yakni hanya sekitar 30 hingga 40 meter.
Bahkan, menurut Ranu, terdapat sejumlah kejadian ketika kobaran api sudah mencapai bagian dinding hingga atap rumah warga.

(Foto: Personel Damkar Banjarbaru, Ranu Wibowo)
"Untuk karhutla saat ini banyak yang mendekati permukiman warga. Banyak yang melapor terkait karhutla, warga panik dan takut. Jarak yang terdekat biasanya sekitar 30-40 meter dari permukiman dan saat angin kencang itu membuat warga panik," ujar Ranu saat ditemui, Senin, 10 Agustus 2026.
Kondisi angin kencang menjadi salah satu faktor yang dikhawatirkan dapat mempercepat pergerakan api. Situasi ini membuat warga yang tinggal berdekatan dengan lahan terbuka harus meningkatkan kewaspadaan.
Petugas Damkar Banjarbaru mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar lahan terbuka, untuk aktif membersihkan lingkungan dari material yang mudah terbakar.
Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Untuk kebakaran skala kecil, masyarakat diperbolehkan melakukan pemadaman awal secara mandiri dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan, sembari menunggu tim pemadam tiba di lokasi.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah api meluas dan semakin mendekati permukiman, terutama di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.









