TVRINews, Kab. Tapin
Jumlah titik panas (hotspot) di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Dari 12 kecamatan yang ada, empat kecamatan terdeteksi memiliki titik panas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan data terbaru, pada 15 Juni 2026 hanya terpantau satu titik panas. Namun, sehari kemudian jumlahnya melonjak menjadi 24 titik, menjadikan Kabupaten Tapin sebagai wilayah dengan titik panas terbanyak di Kalimantan Selatan.

Sebaran titik panas tersebut meliputi Kecamatan Tapin Selatan sebanyak 12 titik, Kecamatan Lokpaikat 10 titik, Kecamatan Salam Babaris satu titik, dan Kecamatan Bungur satu titik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapin telah melakukan verifikasi lapangan terhadap sejumlah titik panas yang terdeteksi. Hasil pemantauan sementara menunjukkan sebagian besar titik panas berada di kawasan pertambangan dan area perusahaan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tapin, Murdiansyah, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak guna mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas.

(Foto: Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tapin, Murdiansyah)
“Berdasarkan data BMKG, terdapat 24 titik panas yang tersebar di empat kecamatan, yakni Tapin Selatan, Lokpaikat, Salam Babaris, dan Bungur. Sebagian besar berada di kawasan perusahaan. Kami sudah melakukan pengecekan ke lapangan dan mengimbau pihak perusahaan untuk segera melakukan penanganan agar titik panas tidak berkembang menjadi kebakaran lahan,” ujar Murdiansyah, Selasa, 16 Juni 2026.
BPBD juga meminta seluruh perusahaan yang wilayahnya terdeteksi memiliki titik panas untuk meningkatkan pengawasan dan kesiapsiagaan, terutama pada area yang rawan terbakar.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan dan tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang dapat mempercepat penyebaran api.
BPBD Kabupaten Tapin memastikan pemantauan akan terus dilakukan secara intensif guna mengantisipasi terjadinya karhutla serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan masyarakat.










