TVRINews, Banjarbaru
Kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia yang digelar di depan Balai Kota Banjarbaru memberikan dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima di sekitar lokasi acara.
Antusiasme masyarakat yang memadati kawasan Balai Kota dan Lapangan Murjani Banjarbaru pada malam hari menjadi peluang bagi para pedagang untuk meningkatkan penjualan. Berbagai lapak makanan, minuman, dan camilan tampak ramai diserbu pengunjung yang datang menyaksikan pertandingan bersama.
Salah seorang pelaku UMKM penjual pentol, Yuyun, mengaku merasakan peningkatan omzet setiap kali kegiatan nonton bareng digelar. Menurutnya, acara yang menghadirkan banyak pengunjung seperti ini sangat membantu para pedagang kecil dalam menambah pendapatan.
“Alhamdulillah, penjualan lebih ramai dibandingkan hari biasa. Kalau tidak ada kegiatan, pembeli kadang ramai kadang sepi. Sejak ada nonton bareng, jumlah pembeli meningkat cukup signifikan. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus dilaksanakan karena sangat membantu usaha kami,” ujar Yuyun, Selasa, 16 Juni 2026.
Tidak hanya pedagang makanan, sejumlah pelaku usaha lainnya juga merasakan manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat di sekitar lokasi nobar. Ramainya pengunjung turut menggerakkan roda perekonomian sektor informal di kawasan tersebut.
Meski jumlah penonton mulai berkurang saat pertandingan memasuki babak kedua, para pedagang tetap merasa diuntungkan karena sebagian besar dagangan mereka telah habis terjual sejak awal acara berlangsung.
Para pelaku UMKM berharap pemerintah daerah dapat terus menghadirkan kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat, termasuk nonton bareng pertandingan olahraga internasional. Selain menjadi sarana hiburan dan mempererat kebersamaan warga, kegiatan tersebut dinilai mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha kecil.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, kegiatan nobar Piala Dunia tidak hanya menjadi ajang menikmati pertandingan sepak bola bersama, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Kota Banjarbaru.










