TVRINews, Banjarbaru
Kabut asap pekat menyelimuti kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor, Rabu, 19 Agustus 2026. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang atau visibility turun hingga 400 meter dan mengganggu operasional 12 penerbangan.
Sebanyak empat penerbangan kedatangan terdampak, yakni dari Surabaya, Jakarta, dan dua penerbangan dari Balikpapan. Sementara itu, delapan penerbangan keberangkatan turut mengalami gangguan, terdiri atas dua penerbangan tujuan Jakarta, dua tujuan Balikpapan, dua tujuan Surabaya, serta masing-masing satu tujuan Samarinda dan Semarang.
General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, mengatakan kabut asap mulai mengganggu ruang udara dan area landasan pacu sejak dini hari. Kondisi jarak pandang yang rendah membuat sejumlah penerbangan harus ditunda sementara demi keselamatan.
Saat dikonfirmasi pada Rabu (19/8/2026), Stephanus membenarkan dampak kabut asap terhadap jadwal penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor.
"Memang terjadi ada beberapa dampak akibat dari kabut asap yang terjadi di sekitar bandara. Perlu diketahui visibility atau jarak pandang tadi turun hingga ke 400 meter, sehingga kami ada 8 departure pesawat yang terdampak dan 4 arrival yang terdampak. Jadi total ada 12 penerbangan yang terdampak akibat dari adanya kabut asap di Bandara Syamsudin Noor ini. Namun itu sudah berangsur-angsur selesai di sekitar pukul setengah sembilan ketika matahari dan kabut asap sudah mulai berkurang," terang Stephanus Millyas Wardana.
Operasional penerbangan kembali normal setelah intensitas kabut asap berkurang dan jarak pandang meningkat hingga berada di atas 1.000 meter.
Mengantisipasi potensi kabut asap selama musim kemarau, manajemen bandara mengimbau calon penumpang menerapkan prinsip 3-2-1 untuk mengurangi risiko keterlambatan.
Calon penumpang disarankan tiba di bandara tiga jam sebelum jadwal penerbangan, menyelesaikan proses check-in dua jam sebelumnya, dan sudah berada di boarding gate satu jam sebelum keberangkatan.










