TVRINews, Banjarbaru
Kabut asap pekat menyelimuti kawasan Sukamara, Landasan Ulin Utara, Banjarbaru, Rabu, 19 Agustus 2026. Kondisi ini membuat jarak pandang menurun dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak usia sekolah.
Sejumlah satuan pendidikan di kawasan tersebut menyesuaikan jam masuk sekolah sebagai langkah antisipasi paparan asap. Sebagian sekolah juga memberikan pilihan belajar dari rumah bagi siswa.
Kepala SDN 1 Landasan Ulin Utara Banjarbaru, Widodo, mengatakan sekolah telah menyampaikan pengumuman kepada orang tua siswa mengenai penyesuaian jam belajar sejak Rabu pagi.
Jam masuk yang semula pukul 07.30 WITA diundur menjadi pukul 08.30 WITA hingga 09.00 WITA. Penyesuaian dilakukan dengan melihat kondisi kabut asap di lapangan.
"Dari sekolah memberi kebijakan yang biasa masuk jam 07.30 dimasukkan 08.30 dan melihat situasi asap. Kalau nanti asap masih pekat, kami undur lagi. Ada imbauan dari pengawas ini situasional, kalau ada situasi darurat silakan mengambil kebijakan masing-masing. Ini kan setiap sekolah kondisinya lain-lain, jadi mungkin kebijakannya lain-lain," terang Widodo.
Kabut asap juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan siswa. Dhea Maulida, siswi SDN 1 Landasan Ulin Utara, mengaku khawatir paparan asap dapat mengganggu kesehatan dirinya dan teman-temannya.
"Khawatir sih, takutnya kan nanti sakit. Dan kalau kabut asap ini tuh kan yang punya penyakit sesak napas takutnya kambuh," ungkap Dhea.
Langkah antisipasi juga diterapkan PAUD IT Bina Insan Banjarbaru. Rofiah, tenaga pengajar, mengatakan sekolah menyampaikan informasi mengenai kondisi udara melalui grup komunikasi bersama orang tua dan wali murid.
Sekolah memberikan keleluasaan kepada orang tua untuk mengizinkan anak belajar dari rumah selama kabut asap masih tebal.
"Kami ada grup sinergi yang khusus untuk orang tua wali murid. Di situ kami memberitahukan bahwa hari ini karena sedang kabut asap tebal, maka diimbau kepada orang tua murid agar anak-anak bisa belajar di rumah untuk sementara. Jadi nanti kalau sudah tidak tebal, anak-anak bisa turun ke sekolah. Tapi juga ada beberapa orang tua siswa yang mengizinkan anak-anak untuk hari ini belajar di rumah," kata Rofiah.
Penyesuaian jam masuk sekolah dan pembelajaran dari rumah telah dilaporkan kepada pengawas sekolah. Sekolah dapat mengambil langkah sesuai kondisi di lapangan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik.










