TVRINews, Banjarmasin
Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kota Banjarmasin mengalami kenaikan signifikan dalam tiga hari terakhir. Kenaikan terjadi pada cabai lokal maupun cabai pasokan dari Sulawesi.
Berdasarkan pantauan di salah satu pasar sentra kawasan Banjarmasin, harga cabai lokal mencapai Rp100.000 per kilogram. Sementara itu, cabai asal Sulawesi dijual di kisaran Rp75.000 per kilogram.
Kenaikan harga dipicu keterlambatan kedatangan kapal pengangkut barang dari Sulawesi. Kondisi tersebut membuat pasokan cabai ke pasar berkurang dan memengaruhi harga di tingkat pedagang.
Subari, Pedagang Cabe mengungkapkan “Harganya Rp70.000-75.000 untuk cabe dari Sulawesi. Kalau cabe dari Jawa ngga ada. Sudah tiga hari ini lambat datangnya karena Sulawesi kan jauh. Kalau besok tambah mahal lagi karena ngga ada kapal. Kadang kapal sandar satu kali sehari tapi kadang ngga ada sama sekali. Saya biasanya sehari ngambil 1 pikul,” ungkapnya pada Selasa, 19 Mei 2026.
Sementara itu, Hj. Misah seorang Pedagang Cabe menambahkan “Cabe tiung Rp70.000. Kalau harga partai Rp60.000. Cabe rawit lokal semua. Cabe Sulawesi naik karena stoknya berkurang dan datangnya terlambat,” ujarnya.
Keterlambatan sandar kapal di pelabuhan diperkirakan masih berdampak pada ketersediaan pasokan cabai dalam beberapa hari ke depan. Jika distribusi belum kembali normal, harga cabai berpotensi terus naik.
Para pedagang berharap pasokan cabai segera kembali lancar agar harga stabil dan tidak menambah beban kebutuhan rumah tangga.










