TVRINews, Kalimantan Selatan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) segera melakukan uji coba tiga unit bus besar listrik, untuk memperkuat layanan Bus Trans Banjarbakula pada rute Banjarmasin-Banjarbaru.
Uji coba bus listrik tersebut dijadwalkan mulai 1 Oktober 2026. Penambahan tiga unit bus ini diharapkan dapat mengakomodasi tingginya jumlah penumpang, terutama pada jam sibuk saat masyarakat berangkat sekolah, kuliah, dan bekerja.
Saat ini, layanan Bus Trans Banjarbakula untuk Koridor 1A dan 1B atau rute Banjarmasin-Banjarbaru telah didukung 22 unit bus. Dengan tambahan tiga bus besar listrik, total armada yang beroperasi nantinya menjadi 25 unit.
Bus listrik yang diuji coba memiliki kapasitas lebih dari 50 orang, termasuk penumpang berdiri. Bus tersebut juga memiliki kabin yang lebih luas sehingga diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna layanan transportasi publik.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan, Fitri Hernadi, mengatakan penggunaan bus listrik tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kapasitas angkutan, tetapi juga mendukung upaya menjaga kualitas lingkungan.
"Selain untuk menjaga kualitas lingkungan dan mengurangi polusi udara, penggunaan bus listrik juga dapat mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar," kata Fitri Hernadi, Selasa, 29 September 2026.
Selama masa uji coba pada awal Oktober, bus listrik akan ditempatkan di Terminal Kilometer 6 Banjarmasin dan Halte Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Banjarbaru. Penempatan tersebut mempertimbangkan ukuran bus yang lebih besar dibandingkan armada yang saat ini beroperasi.
Menurut Fitri, uji coba tidak hanya berkaitan dengan operasional bus, tetapi juga mencakup berbagai aspek teknis. Di antaranya fungsi kelistrikan, sistem pembayaran, kondisi baterai, hingga kesiapan fasilitas pengisian daya atau charging station.
"Yang dicek meliputi fungsi kelistrikan, sistem pembayaran, baterai, dan lain-lain. Charging tersedia di Kilometer 17, Kilometer 6, dan beberapa lokasi lainnya," ujarnya.
Fitri menambahkan, kesiapan infrastruktur pengisian daya menjadi bagian penting seiring dengan rencana semakin banyaknya kendaraan listrik yang beroperasi di Kalimantan Selatan.
"Ini tidak berdiri sendiri karena ke depannya juga akan semakin banyak mobil listrik yang beroperasi di Kalimantan Selatan. Mudah-mudahan semakin banyak fasilitas charging," ucapnya.
Selain uji coba bus listrik, pada Oktober 2026 juga akan dilakukan uji coba tarif terintegrasi dan tarif berlangganan Bus Trans Banjarbakula.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat semakin memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakan Bus Trans Banjarbakula sebagai moda transportasi sehari-hari, khususnya untuk perjalanan antara Banjarmasin dan Banjarbaru.










