TVRINews, Kalimantan Selatan
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan kembali mengidentifikasi 16 jenazah korban kecelakaan KM Virgo Transport 8. Dengan tambahan tersebut, total 41 dari 70 jenazah yang diterima Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin telah berhasil diidentifikasi.
Sebanyak 16 korban yang baru teridentifikasi terdiri atas delapan warga Jawa Timur, lima warga Jawa Tengah, dua warga Jawa Barat, dan satu warga Kalimantan Selatan.
Delapan korban asal Jawa Timur yakni Sutrisno, Triyono Prasuki, Tihwin Nuryanto, Yuli Purwanto, Mochamad Kholis, Surono, Susanto, dan Bambang Setya Budi.
Kemudian, lima korban asal Jawa Tengah yaitu Riskiananta Agusena, Guntur Aji Pangestu, Ilham Mukhammad Rajab, Muhammad Adamas Segaf, dan Maulana Purwo Wibowo.
Sementara itu, dua korban asal Jawa Barat yakni Koati dan Yaya Cahya, serta satu korban asal Kalimantan Selatan, Sugianto.
Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol. Dr. Much Sofwan mengatakan, hingga Senin, 21 September 2026, sebanyak 41 jenazah telah berhasil diidentifikasi. Sebanyak 29 jenazah lainnya masih menjalani proses identifikasi lanjutan.
"Jumlah total yang telah teridentifikasi sampai Senin, 21 September 2026, sebanyak 41 orang. Sementara itu, 29 orang lainnya belum teridentifikasi dari total 70 jenazah yang diterima Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin," ujar Much Sofwan, dikutip Selasa, 29 September 2026.
Kondisi Jenazah Mulai Menjadi Tantangan
Tim DVI mulai menghadapi tantangan dalam proses identifikasi karena kondisi fisik jenazah mengalami perubahan. Dalam proses tersebut, data gigi, rekam medis, hingga properti yang melekat pada tubuh korban menjadi bagian penting untuk mencocokkan identitas.
Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol. dr. Wahyu Hidayati mengatakan, sejumlah barang milik korban masih ditemukan, seperti dompet dan tas selempang. Namun, sebagian barang lainnya terlepas dan kemungkinan terbawa arus.
"Karena banyak korban laki-laki, kami masih menemukan dompet di saku celana maupun tas selempang. Namun, ada juga tas yang terlepas, sementara identitas dan pakaian korban mungkin terbawa arus. Hal-hal seperti itu menyulitkan proses pencocokan," kata Wahyu Hidayati.
Menurut Wahyu, pemeriksaan DNA juga membutuhkan waktu. Proses tersebut setidaknya memerlukan waktu lima hari sehingga keluarga korban diminta bersabar menunggu hasil identifikasi.
"Sementara pemeriksaan DNA membutuhkan waktu minimal lima hari. Karena itu, kami mohon keluarga bersabar," ucapnya.
29 Jenazah Masih Menunggu Identifikasi
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid mengatakan, berdasarkan data Basarnas, terdapat 243 penumpang dalam manifest KM Virgo Transport 8.
Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat. Sementara 70 orang meninggal dunia, dengan 41 korban telah teridentifikasi dan 29 lainnya masih dalam proses identifikasi.
Tim DVI Polda Kalimantan Selatan mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melengkapi data antemortem di posko DVI terdekat.
Data tersebut diperlukan untuk membantu mempercepat proses pencocokan dan identifikasi terhadap jenazah yang hingga kini masih belum teridentifikasi.










