TVRINews, Kotabaru
Waduk Gunung Ulin yang menjadi salah satu sumber air baku utama PDAM Kotabaru, Kalimantan Selatan, mulai mengering akibat kemarau panjang. Waduk yang memiliki kapasitas sekitar 250 ribu meter kubik tersebut kini berada pada level air terendah.
Direktur PDAM Kotabaru, Tri Basuki, mengatakan debit air Waduk Gunung Ulin mulai menyusut sejak Juli lalu. Ketinggian air perlahan turun dari kondisi normal enam meter hingga kini mencapai level terendah.
Kondisi serupa juga dialami sumber-sumber air baku lainnya seperti Sungai Mandin, Gunung Sari, dan Tirawan. Saat ini, satu-satunya sumber air baku yang masih bisa diandalkan hanyalah Dam Sebelimbingan.
Akibatnya, PDAM Kotabaru terpaksa memberlakukan penggiliran distribusi air kepada 12 ribu pelanggan di wilayah perkotaan. Langkah ini ditempuh agar air baku yang tersisa dapat bertahan lebih lama.
"Debit air yang ada di sungai maupun waduk sudah mengalami penurunan drastis. Bahkan di sungai-sungai seperti Mandin, Gunung Ulin, Gunung Sari, hingga Tirawan sudah mengalami kekeringa. Dalam rangka menghemat dan memperpanjang ketersediaan air, kami melakukan penggiliran distribusi. Saat ini, pasokan air baku hanya mengandalkan air dari Dam Sebelimbingan yang dikirim ke Waduk Gunung Ulin," ujar Basuki, Selasa, 18 Agustus 2026.
Untuk menambah pasokan air baku, PDAM Kotabaru berencana memanfaatkan danau di area Perkantoran Pemerintah Kabupaten Kotabaru yang debit airnya masih melimpah. Danau ini disiapkan sebagai cadangan apabila Dam Sebelimbingan sudah tidak dapat diandalkan.










