TVRINews, Kota Banjarbaru
Seorang relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Pengayuan, Landasan Ulin Selatan, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengalami luka bakar di bagian kepala dan lengan saat berupaya memadamkan kobaran api.
Korban diketahui bernama Muhammad Fahrija, yang terluka setelah kobaran api tiba-tiba menyambar akibat angin kencang yang berubah arah secara mendadak. Insiden itu terjadi ketika ia hendak menyelamatkan armada Tossa pemadam yang berada di sekitar lokasi.
Fahrija menuturkan, awalnya kendaraan pemadam diparkir cukup jauh dari titik api sehingga dinilai aman. Namun, perubahan arah angin membuat api dengan cepat merambat menuju posisi armada.
“Saya menaruh Tossa jauh dari api, tapi ternyata anginnya cukup kencang. Saya kira apinya sudah sampai di samping Tossa. Waktu saya memindahkan Tossa, ternyata saya terkena apinya dan apinya besar. Saya luka-luka di bagian lengan dan kepala,” ujar Fahrija, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Akibat kejadian tersebut, Fahrija mengalami luka bakar dan harus menjalani perawatan medis. Kepalanya tampak dibalut perban sebagai akibat dari sambaran api saat bertugas.
Meski demikian, relawan muda itu menegaskan tidak jera menjalankan tugas kemanusiaannya. Baginya, insiden tersebut menjadi pelajaran berharga untuk lebih waspada terhadap perubahan kondisi cuaca, terutama embusan angin yang dapat mengubah arah api secara tiba-tiba.
Semangat Fahrija mencerminkan dedikasi para relawan yang terus berada di garis depan membantu pemadaman karhutla demi melindungi masyarakat dan lingkungan.










