TVRINews, Kota Banjarbaru
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kalimantan Selatan dalam beberapa waktu terakhir memicu lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mencatat peningkatan signifikan jumlah kejadian maupun luas lahan yang terdampak.
Hingga Jumat, 21 Agustus 2026 tercatat 1.651 kejadian karhutla di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 6.905 hektare, dengan 8.794 titik panas (hotspot) terdeteksi di berbagai wilayah.
Tiga daerah dengan kasus karhutla tertinggi adalah Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Tanah Laut. Kepala BPBD Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, mengatakan ketiga wilayah tersebut menjadi fokus utama penanganan karena tingginya intensitas kebakaran.

(Kepala BPBD Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra. [Foto: TVRI Kalsel])
“Beberapa waktu terakhir cuaca memang cukup panas sehingga terjadi peningkatan eskalasi kebakaran hutan dan lahan. Banjarbaru mencatat 342 kejadian dengan luas terbakar 1.140 hektare, Kabupaten Banjar 302 kejadian dengan 1.496 hektare, dan Tanah Laut 272 kejadian dengan luas 1.384 hektare,” ujar Ronny kutip Sabtu, 22 Agustus 2026.
BPBD juga menyebut tujuh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan telah menetapkan status siaga darurat karhutla guna mempercepat koordinasi dan penanganan di lapangan.
Dalam upaya pemadaman, BPBD mengoptimalkan operasi satuan tugas darat dan udara. Sebanyak tiga helikopter water bombing dikerahkan untuk membantu memadamkan api di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Selain itu, BPBD Kalimantan Selatan menggandeng sektor swasta dan dunia usaha untuk memperkuat perlindungan terhadap objek vital nasional, khususnya kawasan ring satu Bandara Syamsudin Noor yang menjadi salah satu wilayah prioritas pengamanan dari ancaman karhutla.










