TVRINews, Kalimantan Selatan
Rencana pembersihan berkala saluran primer Irigasi Riam Kanan menjadi perhatian serius pelaku usaha perikanan di Kabupaten Banjar. Pasalnya, metode pengeringan saluran selama proses pembersihan dipastikan akan memutus pasokan air utama bagi ribuan kolam budidaya ikan air tawar.
Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar mencatat, sedikitnya 1.000 pembudidaya sangat bergantung pada aliran irigasi tersebut untuk menjaga keberlangsungan usaha mereka.
Untuk memitigasi potensi kerugian, DKPP Banjar mengimbau para pembudidaya segera mengambil langkah antisipatif. Salah satu poin penting adalah penyesuaian jadwal tebar benih agar tidak bertepatan dengan masa pengeringan irigasi.
Kabid Perikanan Budidaya DKPP Banjar, Bandi Chairullah, menegaskan perlunya koordinasi lebih awal guna menghindari gagal panen.
“Pengeringan ini memang ada manfaat positif bagi infrastruktur, namun kita harus antisipasi risikonya sejak awal. Jadwal tebar harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai tebar di bulan Juni atau Juli, karena tiga bulan berikutnya sudah masuk masa pengeringan. Itu sangat berisiko bagi kelangsungan bibit ikan,” ujar Bandi, Selasa (5/5/2026).
Selain mengatur jadwal tebar, pembudidaya yang ikannya telah mencapai ukuran konsumsi disarankan melakukan panen lebih awal atau panen parsial sebelum debit air turun drastis.
DKPP Banjar juga menekankan pentingnya menyiapkan penampungan air atau sumber air alternatif untuk menjaga kualitas air kolam selama saluran irigasi ditutup. Saat ini terdapat lebih dari 6.700 kolam budidaya dengan total luas sekitar 342 hektare yang sepenuhnya bergantung pada aliran Irigasi Riam Kanan.
Agar kondisi ikan tetap stabil di tengah terbatasnya pasokan air, pembudidaya diimbau melakukan langkah berikut:
* Mengatur kepadatan tebar (tidak berlebih).
* Memantau kualitas air secara rutin, terutama suhu dan kadar oksigen.
* Menyiapkan pompa air atau sumur bor sebagai cadangan darurat.
Berbagai langkah mitigasi ini diharapkan mampu menekan potensi kerugian ekonomi pada sektor perikanan darat, yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di Kabupaten Banjar.










