TVRINews, Banjarmasin
Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menyiapkan layanan bus air dengan mengoperasikan tiga unit kelotok untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menghidupkan kembali transportasi sungai. Layanan ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 2 November 2026 dengan rute Siring Nol Kilometer menuju Balai Kota Banjarmasin dan sebaliknya.
Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin menyiapkan tiga unit kelotok dengan kapasitas masing-masing 25 penumpang. Pada tahap awal, masyarakat dapat menikmati layanan tersebut secara gratis hingga akhir 2026 melalui subsidi pemerintah daerah.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Slamet Begjo, mengatakan pengadaan bus air merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang menginginkan transportasi sungai kembali dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
“Layanan bus air ini kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus melengkapi angkutan wisata sungai di Banjarmasin. Usulan ini berasal dari aspirasi masyarakat yang kemudian kami tindak lanjuti melalui anggaran perubahan,” ujar Slamet Begjo, Senin (26/10/2026).
Menurut Slamet, pengoperasian bus air menjadi salah satu upaya pemerintah daerah mengoptimalkan potensi sungai sebagai jalur transportasi di Kota Banjarmasin yang dikenal sebagai Kota Seribu Sungai.
Meski pada tahap awal baru melayani satu rute, Dishub membuka peluang pengembangan jalur dan penambahan armada apabila kebutuhan masyarakat terus meningkat.
“Kami memulai layanan ini dari satu rute terlebih dahulu. Ke depan, pengembangan rute maupun penambahan armada dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan dan evaluasi operasional,” jelasnya.
Slamet menambahkan, kehadiran bus air diharapkan tidak hanya memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat, tetapi juga mendukung sektor pariwisata dan menggerakkan perekonomian lokal.
Pemerintah Kota Banjarmasin berharap layanan ini dapat memperkuat peran sungai sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat Banjar. Dengan pengembangan transportasi air yang aman dan nyaman, sungai diharapkan kembali menjadi jalur mobilitas yang mendukung aktivitas warga sekaligus memperkuat identitas kota.










