TVRINews, Banjarmasin
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) didorong menjadi pelopor pengelolaan sampah 100 persen. Upaya tersebut dimulai melalui kampanye World Cleanup Day yang mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, membangun kebiasaan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan melalui aksi memungut sampah. Sampah perlu dipilah, dikurangi, diolah, dan dimanfaatkan kembali agar tidak menjadi beban lingkungan.
Menurut Hanif, sampah yang masuk ke sungai, lahan pertanian, dan perairan dapat mengganggu ekosistem yang menopang kehidupan masyarakat. Pengelolaan sampah juga berkaitan dengan ketahanan pangan karena lingkungan yang terjaga mendukung kualitas tanah dan air serta keberlangsungan sektor pertanian dan perikanan.
"Kita memulai kegiatan World Cleanup Day dari ULM Banjarmasin, yang kemudian akan terus digelorakan. Kegiatan ini penting untuk menumbuhkan narasi dan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan sampah dari hulu. Penanganan sampah tidak hanya berfokus pada sampah yang terlihat, tetapi juga bagaimana membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan sejak dari sumbernya," terang Hanif.
Kampanye World Cleanup Day mengajak jutaan pemuda dari Sabang sampai Merauke untuk tidak hanya memungut sampah, tetapi juga membangun kebiasaan baru dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Gerakan tersebut dimulai di ULM Banjarmasin dan dijadwalkan berakhir di Universitas Atma Jaya Jakarta pada Oktober mendatang. Aksi ini menyasar berbagai lokasi, mulai dari kampus, komunitas, pedesaan, sungai, hingga kawasan pesisir.
"Hari ini kami meluncurkan kampanye World Cleanup Day Indonesia di Universitas Lambung Mangkurat. Kegiatan ini diikuti sekitar 500 hingga 600 peserta dari berbagai fakultas di ULM. Selain aksi bersih-bersih di lingkungan kampus, peserta juga melakukan penanaman eco enzyme di sungai-sungai kecil sekitar kampus serta mendapatkan edukasi mengenai pemilahan sampah," kata Andy Bahari, B.F.A in Architecture, National Leader World Cleanup Day Indonesia.
Rektor Universitas Lambung Mangkurat Prof. Ahmad Alim Bachri mengatakan ULM berkomitmen menjadikan kampus sebagai titik awal perubahan. Upaya tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa, tetapi juga membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
"Mudah-mudahan hari ini menjadi momentum kebangkitan pengelolaan sampah yang lebih baik, lebih sistematis, dan lebih terkendali. Harapan Bapak Wakil Menko, Universitas Lambung Mangkurat dapat menjadi kampus percontohan pengelolaan sampah mandiri 100 persen. Dalam waktu dekat kami juga akan membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa Peduli Sampah yang diharapkan menjadi duta-duta lingkungan sekaligus mitra pemerintah daerah dalam penanganan sampah di Kalimantan Selatan," terang Prof. Ahmad Alim Bachri.
Melalui gerakan tersebut, ULM diharapkan mampu menjadi contoh pengelolaan sampah mandiri sekaligus mendorong generasi muda membangun kesadaran dan kebiasaan memilah serta mengelola sampah sejak dari sumbernya.










