TVRINews, Banjarbaru
Sebanyak 475 pemuda dan mahasiswa dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan terlibat dalam forum dialog untuk membahas fenomena Not in Education, Employment, or Training (NEET), yakni kelompok anak muda yang tidak sedang menempuh pendidikan, bekerja, maupun mengikuti pelatihan.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, angka NEET di Kalimantan Selatan mencapai 21,17 persen, menempatkan provinsi ini pada peringkat keenam tertinggi secara nasional. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan serius karena berpotensi menghambat pembangunan sumber daya manusia dan produktivitas generasi muda.
Untuk merespons persoalan itu, Basai Kalimantan Wiki menggandeng kelompok mahasiswa dan pemuda guna merumuskan berbagai rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah.
Direktur Basai Kalimantan Wiki, Hudan Nur, mengatakan dialog tersebut bertujuan menggali akar persoalan NEET dari sudut pandang generasi muda. Sejumlah faktor yang dibahas meliputi terbatasnya lapangan pekerjaan, rendahnya keterampilan, persoalan kesehatan mental, hingga pengaruh budaya dalam masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, salah satu peserta bahkan berinisiatif membuat program pelatihan yang berfokus pada pengembangan keterampilan nonteknis atau soft skill bagi anak muda yang belum memiliki pekerjaan. Kelompok usia produktif di bawah 30 tahun yang belum bekerja menjadi salah satu kategori yang termasuk dalam NEET,”ujar Hudan dalam keterangan yang diterima tvrinews, Kamis, 25 Juni 2026.
Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, menilai forum tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dan pemuda untuk berkontribusi dalam penyusunan rekomendasi kebijakan yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Menurutnya, berbagai gagasan yang muncul menunjukkan kemampuan generasi muda dalam memahami dan mencari solusi terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
“Tema yang diangkat adalah NEET dan banyak ide menarik yang disampaikan para peserta. Hal ini menunjukkan keberhasilan pendidikan dalam melahirkan generasi muda yang mampu berpikir kritis. Diharapkan para pemuda terus menyampaikan gagasan, pendapat, dan ekspresi mereka terhadap berbagai persoalan yang ada di Indonesia,”ungkap Galuh.
Hasil diskusi dan rekomendasi yang dirumuskan peserta nantinya akan dihimpun dan disuarakan melalui platform digital Basai Kalimantan Wiki. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penurunan angka NEET di Kalimantan Selatan.










