TVRINews, Banjarbaru
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut sepanjang jalur akses utama bandara makin meluas. Berdasarkan pemindaian udara dan termal oleh jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan, suhu permukaan lahan yang terbakar tercatat hingga 400 derajat Celsius.
Selain itu, perjuangan tim Satgas Karhutla di lokasi terhambat medan yang sulit. Ranting dan batang pohon tumbang menutup akses, menghalangi pergerakan petugas serta jalur selang air menuju titik inti kebakaran.
Meski terhalang titik panas ekstrem dan pohon tumbang, para petugas tetap melakukan pembasahan dengan memaksimalkan metode injeksi menggunakan cairan surfaktan. Campuran khusus ini disuntikkan langsung ke dalam gambut untuk memecah tegangan air agar mampu memadamkan api di kedalaman tanah secara efektif.
“Jadi, kita melihat banyak titik api yang baru di sini. Kita berusaha memadamkan dengan menggunakan cairan surfaktan. Alhamdulillah, ini cukup efektif, tetapi karena di sini kita lihat dengan thermal suhunya 400 derajat lebih, sehingga memang memerlukan air yang cukup banyak. Kita lihat di sini udaranya sudah mulai sejuk karena titik-titik panasnya sudah mulai padam,” jelas Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan pada Kamis, 10 September 2026.
Penggunaan larutan khusus ini efektif memecah tegangan permukaan air biasa sehingga cairan pemadam mampu meresap lebih cepat dan merata ke dalam gambut kering yang reaktif, tanpa merusak struktur tanah sekitar.
Hingga saat ini, pemadaman darat dan pemantauan titik panas terus ditingkatkan di sepanjang koridor akses bandara untuk memastikan kawasan vital tersebut bebas dari ancaman asap karhutla.










