TVRINews, Banjarmasin
Pemerintah Kota Banjarmasin bersama TNI menyiapkan pembangunan jembatan Bailey sebagai akses sementara setelah Jembatan Sakaharang Mantuil di kawasan Jalan Mantuil, Kota Banjarmasin, ambruk.
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin bersama Dandim 1007/Banjarmasin Letnan Kolonel Korps Zeni Slamet Riyadi meninjau langsung lokasi jembatan yang ambruk. Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan sementara agar aktivitas dan mobilitas warga tetap dapat berjalan.
Muhammad Yamin mengatakan, Pemko Banjarmasin telah berkoordinasi dengan jajaran TNI untuk mendatangkan jembatan Bailey dari wilayah Kodam. Personel Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) juga dikerahkan untuk merancang konstruksi jembatan sementara.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Dandim. Dandim juga sudah mengomunikasikan melalui Pangdam 05 Tanjung Bungai untuk menyampaikan peminjaman jembatan Bailey sebagai penanganan sementara. Alhamdulillah, Pangdam mengizinkan pemanfaatan jembatan sementara ini dan Dandim sedang mengomunikasikan dengan Denzipur untuk mengakomodasi ke lokasi,”ujar Muhammad Yamin.
Sementara itu, Dandim 1007/Banjarmasin Letnan Kolonel Korps Zeni Slamet Riyadi mengatakan, jembatan Bailey yang akan dibangun memiliki panjang sekitar 25 meter dengan konstruksi tipe dua satu.
Pengerjaan jembatan sementara tersebut ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar enam hingga sepuluh jam setelah seluruh material dan peralatan tiba di lokasi.
“Kita berusaha mendatangkan jembatan Bailey yang nantinya bisa dibangun dalam waktu sekitar enam hingga sepuluh jam. Kalau kita lihat, bentangannya kurang lebih 25 meter. Insyaallah, kalau kita bisa membuat tipe dua satu, jembatan ini bisa dilalui kendaraan,”ungkap Letnan Kolonel Korps Zeni Slamet Riyadi.
Sebelumnya, Jembatan Sakaharang Mantuil ambruk diduga setelah tidak mampu menahan beban kendaraan berat berupa truk yang mengangkut pasir dan kerikil.
Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, satu unit truk dan satu sepeda motor terjatuh ke sungai akibat jembatan ambruk.
Pemko Banjarmasin menyatakan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan kondisi infrastruktur secara berkala, khususnya terhadap jembatan yang menjadi akses penting bagi masyarakat.









