TVRINews, Banjar
Tujuh rumah warga di Desa Banua Anyar Sungai Tuan, Kecamatan Astambul, mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung. Angin kencang yang datang secara tiba-tiba disertai hujan deras tersebut, menurut penuturan warga, hanya dalam hitungan detik sudah memporak-porandakan bangunan rumah.
Dari tujuh rumah yang terdata oleh pihak desa, tiga di antaranya mengalami kerusakan berat dengan kondisi atap yang hampir seluruhnya tersapu oleh angin.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerusakan rumah membuat warga mengalami kerugian materi dan untuk sementara waktu terpaksa mengungsi ke tempat kerabat terdekat.
Salah satu korban, Suryani, mengaku bahwa kejadian tersebut berlangsung dengan sangat cepat.
“Saat kejadian saya berada di dalam rumah, lalu mendengar suara gemuruh. Setelah itu atap rumah saya terbang, kemudian saya langsung lari keluar. Untuk sementara saya tinggal di rumah keluarga,” jelas Suryani, Kamis 28 Mei 2026.
Kepala Desa Banua Anyar Sungai Tuan, Juhrai, menyebutkan bahwa total rumah yang terdampak bencana ini mencapai tujuh unit.
“Rumah yang terdampak ada tujuh unit, dengan tiga di antaranya mengalami kerusakan parah. Sebagian mengalami kerusakan di bagian dapur, ada juga di bagian depan hingga teras rumah,” jelas Juhrai.
Pemerintah desa bersama warga setempat kini telah melakukan penanganan sementara terhadap rumah-rumah yang terdampak.
Hingga saat ini, bantuan perbaikan tempat tinggal dari pihak terkait masih sangat dinantikan oleh warga yang terdampak musibah angin puting beliung tersebut.









