TVRINews, Banjar
Tujuh rumah warga di Desa Banua Anyar Sungai Tuan, Kecamatan Astambul, mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung. Angin kencang yang datang tiba-tiba disertai hujan deras disebut warga hanya berlangsung dalam hitungan detik, namun langsung memporak-porandakan rumah-rumah warga.
Dari tujuh rumah yang terdata pihak desa, tiga di antaranya mengalami kerusakan berat dengan kondisi atap hampir seluruhnya tersapu angin. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah warga mengalami kerugian materi dan sementara waktu harus mengungsi ke rumah kerabat terdekat.
Salah satu korban, Suryani, mengatakan peristiwa itu terjadi sangat cepat saat dirinya berada di dalam rumah.
“Saat kejadian saya berada di dalam rumah, lalu mendengar suara gemuruh. Setelah itu atap rumah saya terbang, kemudian saya langsung lari keluar. Untuk sementara saya tinggal di rumah keluarga,” ujar Suryani.
Kepala Desa Banua Anyar Sungai Tuan, Juhrai, membenarkan total rumah terdampak mencapai tujuh unit.
“Rumah yang terdampak ada tujuh unit, dengan tiga di antaranya mengalami kerusakan parah. Sebagian mengalami kerusakan di bagian dapur, ada juga di bagian depan hingga teras rumah,” kata Juhrai.
Saat ini, pemerintah desa bersama warga telah melakukan penanganan sementara terhadap rumah-rumah yang rusak akibat puting beliung. Warga terdampak juga masih menantikan bantuan perbaikan rumah pascabencana tersebut.










