TVRINews, Banjarmasin
Kebakaran hebat menghanguskan puluhan toko di Pasar Harum Manis Dua, Banjarmasin, pada Senin, 4 Mei 2026 subuh. Pasca-insiden tersebut, puluhan bangunan toko tampak hangus tak bersisa dan hampir seluruh barang dagangan milik pedagang ludes dilalap api.
Menurut keterangan warga setempat, titik api diduga berasal dari bagian belakang salah satu toko. Meski warga sempat berupaya memadamkan api secara mandiri, kobaran api justru semakin membesar dengan cepat karena jarak antar bangunan yang sangat rapat.
Yanti, salah seorang warga, memberikan keterangannya mengenai kronologi kejadian tersebut. “Api berawal dari toko bawang, lalu merambat ke toko kayu karena ditiup angin kencang,” ungkapnya.
Para pemilik toko yang baru mengetahui insiden ini pada pagi hari tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyelamatkan barang dagangan mereka. Seluruh stok komoditas mulai dari bawang putih, bawang bombay, kacang hijau, hingga kemiri habis terbakar.
Kerugian materiil akibat musibah ini ditaksir mencapai angka yang sangat besar. Bahkan, salah satu pemilik toko mengaku mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.
“Kerugian sekitar Rp15 miliar. Gudang besar berisi bawang putih, kacang tanah, bawang bombay, kacang hijau, kemiri, dan cabai semuanya habis. Apa yang bisa diselamatkan sudah kami selamatkan, tetapi sekitar 80 persen tidak bisa diambil,” ujar Ridwan saat ditemui pada Senin, 4 Mei 2026.
Keluhan senada juga disampaikan oleh Andri, korban lainnya yang harus merelakan tiga unit tokonya terbakar dalam peristiwa tersebut.
“Toko saya ada tiga yang terbakar. Stok bawang putih ratusan karung, bawang merah, merica biji, dan lainnya habis. Harapannya ada bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban kami, terutama untuk membangun kembali bangunan ini,” tambah Andri.
Hingga saat ini, proses pendataan terhadap bangunan yang terdampak masih terus dilakukan. Diperkirakan terdapat sekitar 40 toko yang mengalami kerusakan akibat musibah ini. Meski tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian setempat.










