TVRINews, Kab. Tapin
Sebanyak 1.133 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA tercatat di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Kasus tersebut tersebar di 12 kecamatan dan menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin kini menyiagakan 13 fasilitas pelayanan kesehatan untuk menangani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, khususnya ISPA dan diare.
Dari data yang tercatat, kasus ISPA terbanyak berada di Kecamatan Tapin Selatan dengan 150 kasus. Selanjutnya Kecamatan Tapin Tengah sebanyak 147 kasus dan Candi Laras Selatan sebanyak 120 kasus.
Kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Tapin tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan, terutama sistem pernapasan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin, Iskandar Kurniawan, mengatakan kasus ISPA telah ditemukan sejak Juli dan masih tercatat hingga September 2026.
“Kasus ISPA bulan Agustus memang tidak ada kenaikan signifikan. Namun, kita lihat perkembangan beberapa hari ke depan. Untuk bulan September, laporannya akan kita kondisikan terlebih dahulu dan kita lihat jumlahnya,” ujar Iskandar, Jumat (18/9/2026).
Menurut Iskandar, kondisi kabut asap yang tidak terjadi setiap hari menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memantau perkembangan kasus ISPA.
“Karena kabut asap di daerah kita tidak terjadi setiap hari, kemungkinan kenaikannya tidak terlalu besar,” katanya.
Untuk mengantisipasi peningkatan kasus, seluruh puskesmas di Kabupaten Tapin diminta siap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Rumah Sakit Datu Sanggul juga disiagakan untuk menangani pasien yang membutuhkan pelayanan lebih lanjut.
“Untuk fasilitas kesehatan, insyaallah semua puskesmas siap menerima kasus ISPA yang diakibatkan karhutla. Di rumah sakit pun sudah siap sedia,” jelas Iskandar.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kabut asap berlangsung. Warga diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah dan menjaga asupan cairan dengan mengonsumsi minuman yang telah direbus.
Masyarakat yang mengalami keluhan seperti batuk, pilek, sesak napas, atau gangguan pernapasan lainnya diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Pemkab Tapin bersama jajaran kesehatan akan terus memantau perkembangan kasus ISPA seiring kondisi kabut asap dan aktivitas karhutla di wilayah tersebut.










