TVRINews, Kalimantan Selatan
Berbagai persiapan jelang Hari Raya Iduladha mulai terlihat di Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih.
Pada pekan ini, kandang penampungan RPH kedatangan stok sapi kurban sebanyak 500 hingga 600 ekor. Selanjutnya, stok hewan kurban dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, akan kembali masuk pada 14 hingga 15 Mei mendatang.
Kepala UPTD RPH Basirih, drh. Annang Dwi Jatmiko, mengatakan dari hasil pemeriksaan intensif tim terhadap hewan kurban yang masuk ke RPH, rata-rata dinyatakan dalam kondisi sehat. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) serta penyakit kulit.
Sementara itu, estimasi jumlah hewan kurban tahun ini berada di kisaran 2.000 hingga 2.300 ekor. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

(Foto: Kepala UPTD RPH Basirih, drh. Annang Dwi Jatmiko)
"Untuk tahun ini, kewaspadaan terhadap penyakit PMK, yaitu penyakit mulut dan kuku, serta LSD atau kelainan pada kulit, tetap menjadi perhatian utama. Sejauh ini, tim dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Banjarmasin, khususnya bidang peternakan dan kesehatan hewan, sudah melakukan pemeriksaan dan pemantauan terhadap stok sapi kurban yang datang. Hasilnya, belum ditemukan tanda-tanda penyakit PMK maupun LSD. Namun, kami tetap memberikan pelayanan vaksinasi booster untuk PMK," jelas Annang Dwi Jatmiko pada Selasa, 12 Mei 2026.
Dokter hewan Annang menambahkan, pada hari pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, pihaknya akan menurunkan lima tim yang disebar di lima kecamatan di Kota Banjarmasin. Tim tersebut bertugas melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem pada hewan kurban sebagai jaminan keamanan daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat.










