TVRINews, Kab. Tanah Bumbu
Tujuh Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-68 Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanah Bumbu. Kegiatan ini merupakan bagian dari instruksi Presiden Republik Indonesia untuk mengedukasi masyarakat di tiga wilayah prioritas.
Ketiga wilayah prioritas tersebut meliputi Palembang, Palangka Raya, dan Banjarmasin. Tim wilayah Banjarmasin menyasar Kabupaten Tanah Bumbu atau yang dikenal dengan sebutan Bumi Bersujud.
Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus mengubah kebiasaan yang berpotensi memicu terjadinya karhutla.
Perwakilan Pasis Dikreg ke-68 Seskoad, Mayor CKU Arsinius Fransiskus Martua Sirait, mengatakan bahwa kehadiran mereka di Tanah Bumbu difokuskan untuk memberikan edukasi secara komprehensif kepada masyarakat. Materi yang disampaikan mencakup peningkatan kesadaran, pendekatan kepada masyarakat, serta langkah-langkah penanganan, khususnya terkait pencegahan dan deteksi dini karhutla.
“Di sini kami memberikan materi mulai dari meningkatkan kesadaran masyarakat, hingga memberikan cara penanganan. Kami melakukan pencegahan dan deteksi dini agar masyarakat lebih peduli serta mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan, mulai dari sebelum kejadian, saat terjadi, hingga ke mana harus melapor apabila terjadi masalah. Harapan kami, integrasi dan kerja sama seperti ini tidak hanya terjaga saat menghadapi karhutla. Ketika musim penghujan tiba, koordinasi juga harus tetap dijaga sehingga apabila terjadi masalah di kemudian hari, dapat diatasi dengan lebih mudah,” jelas Mayor Cku Arsinius Fransiskus Martua Sirait pada Jumat, 6 November 2026.
Selama tiga hari melakukan pemantauan di lapangan, Pasis Seskoad mengapresiasi kesiapsiagaan dan koordinasi antarinstansi di Kabupaten Tanah Bumbu yang dinilai telah berjalan dengan sangat baik.
Apresiasi juga disampaikan terhadap sinergi dan kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, Polri, serta partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla.
Melalui kegiatan ini, diharapkan soliditas dan sinergi yang telah terbangun di Bumi Bersujud dapat terus dipertahankan secara berkesinambungan. Dengan demikian, seluruh unsur terkait dapat lebih siap dan sigap dalam menghadapi berbagai situasi darurat pada masa mendatang.










