TVRINews, Kalimantan Selatan
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) kian meluas dan memprihatinkan. Guna menjangkau titik api di lahan gambut yang sulit dipadamkan, pemerintah bersama kepolisian memperkuat strategi penanggulangan, salah satunya melalui peningkatan penggunaan cairan surfaktan. Zat khusus ini digunakan untuk membasahi tanah hingga ke lapisan dalam agar bara api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.
Gubernur Kalsel, Muhidin mengatakan pemerintah mendukung penuh untuk memperbanyak cairan surfaktan. Cairan ini nantinya akan digunakan satgas darat maupun udara untuk memadamkan api di lahan gambut yang sulit diatasi.

“Surfaktan ini sudah terbukti itu mendinginkan api apalagi di gambut, waktu kita penusukan ada yang bisa memadamkan ada juga yang tidak, kalau gambutnya padat itu tidak bisa menyebar tapi kalau tidak padat itu menyebar airnya,” jelas H Muhidin saat ditemui, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Sementara Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, saat ini produksi cairan surfaktan terus diperbanyak dan akan dibagikan kepada kabupaten/kota yang terdampak Karhutla.

“Untuk surfaktan alhamdulillah minggu kemarin kami dibantu oleh Gubernur untuk membiayai pembuatan surfaktan ini, hari ini peralatannya sudah datang dan untuk bahan baku tiga atau empat hari baru akan tiba dan langsung akan kita perbanyak dan bagikan ke semua kabupaten/kota yang ada di Kalsel sesuai petunjuk,” kata Irjen Pol Yudha.
Selain itu kendala sulitnya sumber air di lokasi kebakaran juga diatasi dengan membangun embung mini serta memanfaatkan sistem bioflok di sekitar area rawan. Langkah ini dilakukan agar pasokan air lebih dekat dengan titik api sehingga pemadaman bisa bergerak lebih cepat dan efisien.










