TVRINews, Banjarbaru
Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, aktivitas di sejumlah peternakan sapi di Banjarbaru mulai menunjukkan peningkatan. Sejak awal Mei 2026, para peternak mengaku pesanan hewan kurban mulai berdatangan, baik dari pelanggan tetap maupun pembeli baru di wilayah perkotaan.
Salah satu peternak di Kelurahan Loktabat Selatan, Machfud, menyebut kondisi pasar tahun ini relatif stabil. Meski terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak, ia memilih mempertahankan harga agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
“Menjelang Iduladha ini kondisinya masih aman. Harga juga tidak terlalu melambung meskipun BBM naik. Kami menjual sapi di kisaran Rp21 juta hingga Rp23 juta agar tetap diminati pembeli,” ujarnya.
Ia juga memastikan kondisi kesehatan hewan ternaknya terjaga dengan baik melalui perawatan rutin.
“Untuk perawatan, sapi sudah divaksin sejak tiga bulan sebelum Iduladha, jadi tidak terburu-buru saat mendekati hari pelaksanaan,” tambahnya.
Hal senada disampaikan peternak lainnya di Kelurahan Guntung Payung, Sutar. Ia mengatakan lonjakan permintaan biasanya terjadi satu hingga satu setengah bulan sebelum hari raya.
“Biasanya mulai ramai sekitar satu sampai satu setengah bulan sebelum Iduladha. Kami juga tidak menambah sapi dari luar untuk menghindari risiko penyakit,” jelas Sutar.
Menurutnya, menjaga kesehatan ternak menjadi prioritas utama agar hewan kurban tetap layak dan aman saat disembelih.
Pemesanan sapi di sejumlah peternakan di Banjarbaru datang dari berbagai kalangan, mulai dari pengurus masjid, instansi pemerintah, hingga pembeli individu. Harga sapi pun bervariasi, mulai dari Rp15 juta hingga Rp23 juta untuk jenis biasa, sementara sapi jenis limosin dipasarkan dengan harga Rp30 juta hingga Rp50 juta, tergantung bobot dan kualitasnya.
Dengan tren permintaan yang terus meningkat, para peternak berharap penjualan hewan kurban tahun ini dapat berjalan lancar hingga puncak perayaan Iduladha.










