TVRINews – Kab. Hulu Sungai Utara
Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara bergerak cepat dalam mengantisipasi banjir yang kerap terjadi setiap tahun. Pada 2026 ini, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar melalui APBD untuk program mitigasi banjir.
Wakil Bupati Hulu Sungai Utara, Hero Setiawan, mengatakan anggaran tersebut difokuskan pada sejumlah langkah strategis, di antaranya pembangunan sodetan sepanjang kurang lebih 20 kilometer dari wilayah barat yang berbatasan dengan Kabupaten Tabalong menuju Sungai Barito, serta normalisasi sungai di wilayah timur.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan lintas daerah di kawasan Banua Enam bersama Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, yang membahas penanganan banjir secara terpadu.
“Kami memiliki Bupati yang sangat luar biasa. Beliau menginisiasi untuk mengundang seluruh bupati se-Banua Enam dalam penanganan banjir ini. Pertemuan tersebut dilaksanakan pada 11 Februari 2026 di Aula Idham Khalid, Amuntai, dan dipimpin langsung oleh Pak Gubernur untuk mencari solusi banjir yang hampir terjadi setiap tahun,” ujar Hero Setiawan, Senin, 11 Mei 2026
Ia menjelaskan, salah satu hasil penting dari pertemuan tersebut adalah kesepakatan pembangunan sodetan terintegrasi di wilayah barat Hulu Sungai Utara.
“Dalam rapat itu diputuskan, khususnya di HSU bagian barat, akan dibuat sodetan yang terhubung dari Kabupaten Tabalong hingga ke Sungai Barito sepanjang sekitar 20 kilometer,” tambahnya.
Hero juga menegaskan bahwa percepatan penanganan banjir tidak terlepas dari inisiatif Bupati Sahruljani.
Menurutnya, persoalan banjir tidak bisa diselesaikan secara parsial oleh satu daerah saja, melainkan membutuhkan kerja sama lintas kabupaten di wilayah Banua Enam.
Dengan langkah terintegrasi ini, pemerintah daerah berharap upaya pengendalian banjir dapat lebih efektif, sekaligus meminimalkan dampak yang selama ini dirasakan masyarakat setiap musim hujan.










