TVRINews, Kab. Hulu Sungai Tengah
Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menjadi salah satu calon lokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi tahap pertama tahun 2026. Verifikasi dan validasi lapangan pun telah dilakukan tim Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Hasil verifikasi menunjukkan nilai cukup baik dengan skor 70. Namun, pemerintah daerah diminta menambah luas lahan dari 7 hektare menjadi 20 hektare sebagai salah satu syarat utama pembangunan.
Ketua Komisi I DPRD Hulu Sungai Tengah, Yajid Fahmi, mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang dinilai proaktif dalam menangkap peluang pembangunan sekolah tersebut.
DPRD HST juga menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Bumi Murakata. Program tersebut dinilai memberi dampak besar bagi kemajuan pendidikan sekaligus pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami melihat pembangunan ini tidak hanya berkaitan dengan kesiapan sumber daya manusia ke depan bagi Kabupaten Hulu Sungai Tengah, tetapi juga berpotensi mendongkrak perekonomian daerah. Program ini bernilai puluhan hingga ratusan miliar rupiah. Karena itu, kami mendorong pemerintah daerah untuk berani mengambil langkah dalam menyediakan lahan agar seluruh persyaratan yang ditetapkan dapat segera terpenuhi,” jelas Yajid dikutip Sabtu, 16 Mei 2026.
DPRD HST mendorong pemerintah daerah mempersiapkan seluruh persyaratan pembangunan secara matang sesuai ketentuan yang berlaku. Pengumuman penetapan Sekolah Nasional Terintegrasi dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 mendatang.










