TVRINews, Banjarmasin
Kekurangan sebanyak 1.140 guru pada jenjang SMA, SMK, dan SLB di Kalimantan Selatan menjadi perhatian dalam rapat Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Museum Lambung Mangkurat, Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP), Taman Budaya, serta Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif.
Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, Jihan Hanifa, mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan segera menyusun Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur mekanisme pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik.
Menurutnya, kebutuhan guru terus meningkat seiring banyaknya guru aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa pensiun, sementara pengangkatan guru baru masih terbatas.
Ia berharap Pergub tersebut dapat menjadi dasar untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan guru, termasuk melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, khususnya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lambung Mangkurat.
"Setiap tahun kebutuhan guru semakin meningkat, sementara banyak guru PNS yang pensiun dan pengangkatan baru sangat terbatas. Kami berharap Pergub ini dapat menjadi dasar untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan guru. Kami juga mendorong Disdik bekerja sama dengan FKIP Universitas Lambung Mangkurat agar lulusan baru dapat langsung diarahkan ke sekolah-sekolah yang membutuhkan sesuai bidang keahliannya," ujar Jihan Hanifa, Rabu, 15 Juli 2026.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Dedi Hidayat, mengatakan pihaknya masih menghadapi berbagai kendala dalam memenuhi kebutuhan tenaga pendidik.
Menurutnya, pemerintah daerah tengah menyiapkan solusi jangka pendek maupun jangka panjang yang diharapkan dapat direalisasikan secara bertahap.
Dedi menambahkan, koordinasi dengan kementerian terkait dan pemerintah pusat terus dilakukan untuk mencari solusi yang sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku.
"Kami sedang menyiapkan berbagai solusi jangka pendek. Saat ini masih dalam tahap pembahasan, dan kami berharap paling tidak pada tahun depan solusi tersebut sudah bisa direalisasikan," ujar Dedi Hidayat.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, dari total kekurangan 1.140 guru, jenjang SMK menjadi yang paling banyak mengalami kekurangan tenaga pendidik, yakni 520 guru.
Sementara itu, jenjang SMA masih kekurangan 212 guru dan SLB kekurangan 408 guru. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera menyiapkan langkah-langkah pemenuhan kebutuhan guru agar proses pembelajaran di sekolah tetap berjalan optimal.










