TVRINews, Kalimantan Selatan
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan hingga 13 September 2026 tercatat mencapai lebih dari 3.200 kejadian. Luasan lahan yang terbakar juga telah mencapai lebih dari 21 ribu hektare.
Kasubbid Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ariansyah, mengatakan data tersebut disampaikan setelah pihaknya menjelaskan upaya mitigasi karhutla kepada Komite II DPD RI, Senin, 14 September 2026.
Menurut Ariansyah, kebakaran terjadi di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Ring Satu Bandara Internasional Syamsudin Noor, Guntung Kapar, kawasan hutan lindung, hingga wilayah selatan bandara di Pengayuan.
“Pasca 13 September kemaren, sudah ada 3.200 kejadian total di Kalimantan Selatan. Untuk luasan lahannya mencapai 21 ribu hektare. Saat ini proses penanganan terus dilakukan di Provinsi Kalimantan Selatan, terutama di Ring Satu Bandara, Guntung Kapar, kawasan hutan lindung dan juga di Selatan Bandara di Pengayuan”kata Ariansyah dalam keterangan yang diterima tvrinews, Senin, 14 September 2026.
Upaya penanganan karhutla terus dilakukan dengan pembasahan di seluruh areal terdampak. Petugas memanfaatkan sumber air yang masih tersedia untuk mendukung proses pemadaman.
Selain pemadaman langsung di lapangan, penanganan juga dilakukan melalui operasi water bombing serta operasi modifikasi cuaca untuk membantu mengendalikan titik-titik kebakaran.
Ariansyah menambahkan, mitigasi dan penanganan karhutla melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mempercepat pemadaman sekaligus mengurangi dampak karhutla, terutama di wilayah yang berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan dan kawasan hutan yang masih terbakar.










