TVRINews, Kalimantan Selatan
Penyusutan air di Waduk Riam Kanan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, akibat kemarau panjang kian menjadi perhatian. Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Gusti Abidinsyah, meminta seluruh pengguna air waduk menghemat pemakaian untuk mengantisipasi semakin menipisnya ketersediaan air.
Berdasarkan hasil pertemuan dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III dan PDAM, ketinggian air Waduk Riam Kanan dilaporkan berada pada angka 0,8 meter. Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan, terutama jika kemarau berlangsung lebih lama dan hujan belum turun dalam waktu dekat.
Gusti mengatakan, Waduk Riam Kanan merupakan salah satu sumber air andalan bagi Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru. Karena itu, penghematan air perlu dilakukan oleh seluruh pengguna, khususnya petani dan pembudidaya ikan yang bergantung pada ketersediaan air waduk.

"Ketinggian air yang hanya 0,8 meter ini cukup mengkhawatirkan karena Waduk Riam Kanan menjadi salah satu sumber air andalan bagi Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru. Karena itu, kami berharap para pengguna air, terutama petani dan pembudidaya ikan, dapat menghemat pengambilan air," ujar Gusti saat diwawancarai, Kamis, 15 Oktober 2026.
Selain mendorong penghematan, Gusti meminta peningkatan bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, terutama di Kota Banjarbaru dan sebagian wilayah Kabupaten Banjar.
Menurutnya, langkah antisipasi perlu segera diperkuat untuk mengurangi dampak kekeringan terhadap kebutuhan air bersih masyarakat. Ia mengingatkan, kondisi waduk berpotensi semakin kritis apabila dalam dua bulan ke depan hujan belum turun.
"Jika dalam dua bulan ke depan belum turun hujan, kondisi waduk dikhawatirkan semakin kritis. Oleh sebab itu, selain penghematan air dan bantuan bagi masyarakat, perlu dilakukan pemulihan lingkungan di sekitar Waduk Riam Kanan agar daya serap air tetap terjaga," katanya.
Untuk penanganan jangka panjang, Gusti menekankan pentingnya perbaikan dan pemulihan lingkungan di kawasan Waduk Riam Kanan. Upaya tersebut dinilai perlu dilakukan untuk menjaga daya serap air dan mendukung keberlanjutan ketersediaan air, terutama saat menghadapi musim kemarau berkepanjangan.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah mengirimkan surat kepada Kementerian Pekerjaan Umum terkait kondisi kekeringan yang dihadapi masyarakat.
Gusti berharap pemerintah pusat segera memberikan dukungan agar penanganan kekeringan dapat dilakukan secara optimal, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga yang terdampak.
Menurutnya, penghematan penggunaan air, penyaluran bantuan air bersih, serta pemulihan lingkungan perlu berjalan beriringan untuk mengantisipasi memburuknya kondisi Waduk Riam Kanan dan mengurangi dampak kekeringan bagi masyarakat Kalimantan Selatan.










