TVRINews, Banjarmasin
Pemerintah Kota Banjarmasin mulai membongkar sejumlah bangunan bambu di kawasan wisata Kampung Ketupat, Jalan Sungai Baru. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penataan ulang kawasan yang telah lama terbengkalai agar kembali aman, tertata, dan dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik bagi masyarakat.
Penataan dilakukan setelah aset kawasan Kampung Ketupat dikembalikan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin. Berdasarkan hasil verifikasi, lebih dari 60 persen bangunan di kawasan tersebut mengalami kerusakan sehingga dinilai berisiko apabila tetap dipertahankan.
Selain kondisi bangunan yang tidak lagi layak, kawasan yang kurang terkelola juga dikhawatirkan berpotensi dimanfaatkan untuk aktivitas yang tidak semestinya.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, mengatakan kawasan Kampung Ketupat akan dikembangkan menjadi ruang publik yang nyaman dengan sejumlah fasilitas, mulai dari taman, ruang baca, hingga area bermain anak.
Menurutnya, penataan ulang ini tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi kawasan, tetapi juga menghidupkan kembali daya tarik Kampung Ketupat sebagai destinasi yang dapat dikunjungi masyarakat.

"Nantinya, akan ada taman, ruang baca yang bisa dimanfaatkan bersama dinas terkait, serta tempat bermain anak. Kami juga ingin kawasan ini menjadi salah satu destinasi yang dapat dikunjungi masyarakat," ujar Yamin, Kamis, 15 Oktober 2026.
Ia menegaskan, nama Kampung Ketupat akan tetap dipertahankan sebagai identitas kawasan. Nama tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas masyarakat setempat yang sebagian besar berjualan ketupat.
"Namanya tetap Kampung Ketupat karena masyarakat di sini rata-rata berjualan ketupat. Namun, bangunannya tidak akan sebesar yang sekarang. Kami akan menata ulang dengan bentuk yang lebih sesuai, seperti tugu ketupat," jelasnya.
Melalui penataan ulang ini, Pemkot Banjarmasin berharap Kampung Ketupat dapat kembali berfungsi sebagai ruang publik yang aman dan nyaman sekaligus memiliki nilai wisata.
Pengembangan kawasan tersebut juga diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat serta membuka peluang bagi pelaku usaha lokal. Dengan konsep penataan yang lebih sesuai, Kampung Ketupat diharapkan dapat kembali menjadi salah satu ruang bersama yang memberikan manfaat bagi warga dan pengunjung.










