TVRINews, Banjarbaru
Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Posko Pantau Pengayuan, Banjarbaru, Kalimantan Selatan terus diperkuat. Sebanyak 350 personel gabungan disiagakan di titik-titik rawan.
Seluruh personel gabungan akan bertugas melakukan pemadaman patroli hingga sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya Karhutla.
Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan ratusan personel ini disiagakan mencakup 900 hektare lahan di wilayah Pengayuan.
Selain personel juga dibangun sejumlah kolam bioflok sebagai suplai air di wilayah rawan Karhutla.
“Kita menggelar beberapa posko yang ada di sekitar Pengayuan dengan area sekitar 900 hektare yang jadi tanggung jawab kami bersama dan tantangan utama di sini adalah tidak ada air jadi alhamdulillah hari ini ketemu satu yang debit airnya cukup besar dan kami juga membuat kolam bioflok,” kata Irjen Pol Yudha, Kamis, 27 Agustus 2026.
Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin mengatakan kolam bioflok ini sangat berguna ditengah kesulitan sumber air pada saat penanganan Karhutla.
“Jadi hari ini dibahas dari Kapolda untuk memakai bioflok dan ini ditempatkan beberapa titik di sini ada enam titik dan jika ada kebakaran lagi air sudah bisa disiapkan,” jelas Muhidin.
Selain itu masyarakat juga diminta untuk saling menjaga tanahnya masing-masing, menghidari pembakaran, serta tidak keluar rumah saat kondisi sedang berasap akibat Karhutla. Jika menemukan titik api agar langsung melapor ke Pos Karhutla terdekat.










